Inflasi Cina melonjak

Inflasi Cina melonjak bulan April karena kenaikan harga pangan dan perumahan serta peningkatan pinjaman.
Berita ini akan memicu kekhawatiran bahwa ekonomi ketiga terbesar dunia ini memanas dan Beijing kemungkinan harus menaikkan suku bunga.
Angka konsumen bulan April naik 2,8% dibandingkan setahun lalu -dan merupakan tingkat tertinggi dalam 18 bulan- sementara inflasi properti mencapai 12,8%, lapor kantor statistik Cina.
Pinjaman baru mencapai US$ 8,4 miliar, yang melebihi perkiraan awal.
Sejumlah pengamat memperkirakan tingkat inflasi sebesar 2,7%.
Resiko memanas?
Penanam modal asing mengamati dengan seksama apakah Beijing akan mendinginkan harga untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi Cina.
Ekonom dari Standard Chartered, Jinny Yan, memandang tidak terdapat bahaya peningkatan suku bunga segera karena masalah hutang Eropa dan kerapuhan ekonomi internasional.
"Beijing akan terus mengamati pasar eksternal sebelum mengambil keputusan," katanya.
Tetapi Brian Jackson dari Bank of Canada tidak begitu yakin. "Tekanan harga terus meningkat dan memperkuat desakan peningkatan suku bunga dan penguatan Yuan... Cina beresiko memanas," tuturnya.
Produksi industri meningkat 17,8% pada bulan April, sementara tingkat eceran naik 18,5% menjadi 1,15 triliun Yuan.
Ekonomi Cina tumbuh pada tingkat 11,9% per tahun pada kuartal pertama karena paket stimulus 4 triliun Yuan.





























