DK PBB akan bahas resolusi Iran

Hillary Clinton
Keterangan gambar, Clinton mengeluarkan pengumuman mengejutkan di hadapan Senat

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan Amerika, Rusia dan Cina telah menyetujui rancangan resolusi PBB untuk memberikan sanksi lebih lanjut kepada Iran.

Ketika berbicara di Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika, Hillary Clinton mengatakan rancangan resolusi itu akan diedarkan kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB hari Selasa.

"Pengumuman ini merupakan jawaban meyakinkan atas upaya-upaya Teheran selama beberapa hari terakhir," kata Clinton.

Wartawan BBC di markas PBB melaporkan bahwa pengumuman ini mempunyani arti penting, yang dikeluarkan sehari setelah Turki, Iran dan Brasil mencapai kesepakatan terkait pertukaran bahan bakar nuklir.

Mereka mengatakan dengan kesepakatan itu maka PBB tidak perlu menjantuhkan sanksi baru terhadap Iran.

Dukung perjanjian

Cina sebelumnya mendukung perjanjian Iran dengan Turki dan Brasil.

Menurut wartawan BBC yang telah lama meliput di Iran John Leyne, pengumuman Clinton ini merupakan jawaban atas upaya Iran pada menit-menit terakhir guna menghindari sanksi baru.

Menlu Amerika mengatakan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB telah menyetujui sanksi baru yang lebih ketat terhadap Iran.

"Jadi tampaknya dua anggota tetap yang besar tapi skeptis, Rusia dan Cina belum teryakinkan oleh kesepakatan Iran untuk mengirim sebagian besar persediaan uraniun yang diperkaya ke Turki," lapor John Leyne.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, yang membantu merundingkan kesepakatan, menyerukan kepada dunia untuk mendukung perjanjian. Dia juga memperingatkan bila Iran tidak mengirimkan uranium dalam waktu satu bulan maka Iran akan ditinggalkan sendirian.

Sebelumnya, kementerian luar negeri Iran mengatakan negeri itu siap mengirim 1.200 kg uranium dengan pengayaan rendah ke Turki untuk kemudian ditukar dengan bahan bakar reaktor.

"Turki bisa menjadi tempat untuk menyimpan uranium 3,5% milik Iran," kata juru bicara departemen luar negeri Iran Ramin Mehmanparast.

Ramin mengatakan Iran akan melaporkan perkembangan ini kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam sepekan.