Ban kecam peraup untung Somalia

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menuding para peraup keuntungan dari perang di Somalia sebagai salah satu penyebab krisis kemanusiaan dan situasi tidak stabil di negara itu.
Ban berbicara dalam sebuah konferensi mengenai pembangunan kembali Somalia yang diadakan oleh Turki dan PBB di Istanbul.
Dunia selama ini menganggap, para penentang pemerintah Somalia yang diakui dunia internasional adalah kelompok-kelompok radikal bersenjata berhaluan Islam yang menguasai sebagian besar negara itu.
Tetapi Ban Ki-moon juga menekankan bahwa ada kalangan yang menentang pemerintah untuk mengeruk keuntungan, bukan atas alasan ideologis.
Dia mengecam mereka yang mengangkut orang-orang yang sudah putus asa di atas perahu-perahu sederhana hanya untuk menerima uang mereka dan membuang mereka ke tengah laut.
Dukung pemerintah
Ban juga mengecam para penyelundup yang menggunakan Somalia sebagai tempat persembunyian dari kewajiban membayar pajak, serta para pedagang arang yang menghancurkan hutan-hutan Somalia.
Sekretaris Jenderal PBB itu mengatakan kelompok ekstremis Islam juga harus ditangani.
"Satu-satunya cara untuk mengembalikan stabilitas adalah mendukung pemerintah ini dalam upaya rekonsiliasi dan, bila dibutuhkan, dalam perang pemerintah melawan ekstremisme," kata Ban.
Konferensi Istanbul mengenai Somalia ini adalah yang terbaru dalam serangkaian pertemuan internasional dimana negara-negara Barat dan PBB mendukung pemerintahan Presiden Sheik Sharif Sheik Ahmed.
Tetapi pemerintah ini hanya menguasai bagian kecil dari Somalia.
Pemerintah sendiri terpecah di dalam selain juga mendapat perlawanan dari kelompok berhaluan Islam dan pihak-pihak yang meraup keuntungan dari perang ini.





























