Upaya BP hentikan kebocoran gagal lagi

Tumpahan minyak
Keterangan gambar, Minyak mentah merembes seluas 110 km di pantai Louisiana

Upaya paling baru untuk menghentikan kebocoran minyak di Teluk Meksiko gagal lagi, kata perusahaan minyak raksasa BP.

Kepala Operasi BP, Doug Suttles, mengemukakan perusahaan sekarang beralih ke strategi baru untuk menghentikan kebocoran.

Doug Suttles dari BP menjanjikan operasi baru "akan bisa menangkap sebagian besar minyak."

Dalam prosedur yang tidak berhasil itu -yang disebu sebagai top kill- perusahaan mencoba memompakan bahah-bahan limbah dan lumpur kental ke pipa tambang minyak yang pecah.

Suttles mengatakan BP telah memutuskan bahwa metoda "top kill" yang diterapkan sejak Rabu, tidak berhasil setelah mempelajari hasil-hasilnya selama tiga hari.

"Kami tidak bisa menghentikan semburan minyak," katanya kepada para wartawan hari Sabtu.

"Kenyataan bahwa kami tidak bisa menghentikan semburan minyak dari pipa minyak ini, dan kenyataan bahwa kami belum berhasil sampai sekarang, menakutkan semua orang," katanya.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengatakan minyak yang terus-menerus mengalir mengundang kemarahan besar dan sangat menyedihkan.

Paling buruk

Kebocoran bulan lalu akibat sebuah anjungan minyak yang meledak ini -dan kemudian tenggelam dengan korban 11 jiwa- merupakan kebocoran minyak paling buruk dalam sejarah Amerika,

Minyak mentah yang tebal menyebar sampai seluas 110 km di sepanjang pantai Louisiana, mengancam perairan, dan membahayakan industri perikanan.

BP mengatakan pihaknya sudah tiga kali mencoba menyemprotkan 30.000 barel lumpur ke dalam sumur minyak itu, dengan kecepatan 30 barel per menit, tetapi tidak berhasil menyumbat kebocoran.

Ini merupakan prosedur paling baru yang gagal sejak upaya untuk menyumbat kebocoran itu mulai dilakukan. Sejauh ini BP telah menghabiskan biaya lebih dari US$ 940 juta untuk menghentikan kebocoran.

Rencana untuk menempatkan sebuah alat berbentuk kubah yang berbobot 125 ton guna menutup sumber minyak yang bocor juga gagal karena kubah tersebut tersumbat oleh kristal es.

Sementara penggunaan sebuah tabung sepanjang satu setengah kilometer yang dirancang untuk menangkap semburan minyak juga tidak berhasil.

Metoda baru

Pilihan berikutnya setelah kegagalan metoda top kill adalah sistem penyumbatan dengan sebuah penutup yang disebut lower-marine-riser-package atau LMRP.

Sistem ini melibatkan robot bawah laut yang menggunakan sebuah gergaji untuk memutus pipa yang bocor dan menutupnya dengan sebuah penutup.

Penutup LMRP itu sudah ada di lapangan dan operasinya diperkirakan akan menelan waktu empat hari.

BP mengemukakan pihaknya tidak dapat menjamin bahwa metoda baru ini -yang yang belum pernah dilaksanakan pada kedalamam lebih dari 1.500 meter akan berhasil.

Paling sedikit 12.000 barel minyak bocor ke Teluk Meksiko setiap hari.

Wartawan BBC Andy Gallacher mengatakan kegagalan itu merupakan satu pukulan lagi bagi kawasan sekitar.

Semakin marah

Laporan-laporan menyebutkan warga Lousiana sudah semakin tidak sabar dan marah.

Sebagian nelayan memajang plakat dan salah satu di antaranya bertuliskan: "BP, kau menghancurkan masa depan kami dan warisan kami."

"Semua orang mulai menyadari kerugian pada musim panas ini. Seluruh gaya hidup kami mungkin juga akan lenyap," kata Ballay, manajer Cypress Cove Marina, kepada kantor berita Associated Press.

Hari Jumat, Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama, mengadakan kunjungan ke wilayah-wilayah yang tercemar minyak.

Ia mengatakan Amerika Serikat akan melakukan apapun yang perlu dilakukan untuk menolong mereka yang terkena dampak.

Dia mengatakan akan meningkatkan sumber daya manusia tiga kali lipat untuk menghambat dan membersihkan limpahan minyak.

Sebanyak 20.000 orang sudah dikerahkan untuk melakukan hal tersebut.

Obama mengatakan akan memikul tanggung jawab untuk "mengatasi krisis" tetapi ia juga mengatakan BP secara keuangan bertanggung-jawab atas kerusakan yang sangat besar itu.