Mer-C masih berusaha kontak relawan

Kapal mengangkut bantuan kemanusiaan untuk Gaza
Keterangan gambar, Ini bukan kali pertama konvoi kemanusiaan mencoba masuk Gaza.

Lembaga bantuan kemanusiaan, Mer-C, hingga Senin siang masih belum bisa menghubungi lima anggota relawanya yang ikut misi kemanusian bersama kapal Mavi Marmara.

Dr Jose Rizal dari Mer-C mengatakan kepada BBC mereka terakhir kali menghubungi anggota relawannya Minggu tengah malam (30/5).

"Saya kontak dengan mereka terakhir tengah malam tadi. Saya melakukan kontak dengan mereka saat mereka sudah berlayar. Namun tadi pagi kita coba kontak mereka tidak tersambung, telepon satelitnya mengeluarkan nada sibuk."

Pagi tadi dia mendapat informasi dari salah satu stasiun televisi Malaysia yang menyebutkan telah terjadi penembakan terhadap kapal tersebut.

"Pagi tadi kita dapat kabar mereka dihadang dan ditembaki oleh sebuah helikopter, informasi yang kami dapat ada 30 orang yang luka-luka dan tiga orang syahid (meninggal)," kata Jose.

Namun dia masih berusaha mendapat kepastian nasib relawan Mer-C yang menjadi korban penembakan tersebut.

Saat ini Mer-C masih terus berupaya melakukan kontak dengan relawannya yang ada di kapal tersebut namun sejauh ini dia belum meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk melakukan kontak dengan mereka.

Sementara itu gerakan perlawanan Palestina Hamas mengatakan angkatan laut Israel konvoi kapal yang mengangkut bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza.

Hamas menyatakan pencegatan terjadi di perairan internasional, lebih dari 150km dari pantai Gaza.

Para aktivis di kapal-kapal dalam konvoi itu menolak seruan Israel agar berbalik arah.

Armada tersebut mengangkut 10.000 ton bantuan untuk Jalur Gaza dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia, dalam upaya untuk menembus blokade Israel. Sebanyak 12 orang WNI ikut dalam misi ini.