Relawan Indonesia berada di Amman

Konvoi bus mengangkut aktivis yang dibebaskan Israel ke Yordania
Keterangan gambar, Konvoi bus mengangkut aktivis yang dibebaskan Israel ke Yordania
Waktu membaca: 2 menit

Sepuluh relawan Indonesia yang dibebaskan Israel telah sampai di Amman, Yordania, sementara dua orang lainnya masih dirawat di rumah sakit di Israel.

Demikian dijelaskan oleh Dutabesar Indonesia untuk Yordania, Zainul Bahar Noor kepada Helen Lumban Gaol hari Rabu siang.

"Kesepuluh orang relawan itu sudah makan pagi di Wisma Kedutaan, keadaan mereka segar bugar," kata Zainul.

Sementara itu dua orang lainnya yang masih dirawat diperkirakan akan dibebaskan hari Kamis, dan keadaan mereka hanya menderita luka tidak terlalu serius.

Relawan Indonesia ini merupakan bagian dari ratusan aktivis asing yang ditahan dari konvoi kapal bantuan yang mencoba menerobos blokade Gaza.

Lebih dari 120 aktivis telah diangkut dengan bus ke Yordania, tempat massa simpatisan menyambut mereka. Ratusan lagi aktivis akan dideportasi dalam dua hari ke depan.

Sedikitnya sembilan aktvis pro-Palestina terbunuh ketika pasukan komando Israel menyerbu konvoi enam kapal hari Senin.

Israel mengatakan pasukannya bertindak untuk membela diri, tapi para aktivis menepis pernyataan Israel.

Insiden memicu keprihatinan yang meluas dan mendorong seruan kepada kepada Israel agar menghentikan blokade terhadap Jalur Gaza.

Israel menguasai wilayah udara dan perairan teritorial Gaza, dan sebagian besar perbatasan darat, sejak menarik pasukan pendudukan dan pemukim Yahudi dari wilayah pada tahun 2005.

Menurut PBB, Gaza menerima sekitar seperempat pasokan bantuan yang biasa diterimanya dalam tahun-tahun sebelum blokade diperketat pada tahun 2007.

Israel dan Mesir mengisolasi wilayah Jalur Gaza setelah kelompok militan Hamas merebut kekuasan di sana pada tahun 2007.

Menurut Dubes Zainul Bahar, relawan Indonesia untuk sementara akan diinapkan di hotel di Amman sebelum rombongan kembali ke Indonesia.

"Dugaan saya mereka tidak akan menunggu kawan yang sakit, karena mereka sudah melakukan berbagai kontak dengan pihak keluarga di Indonesia yang ingin mereka segera pulang," kata Zainul.

Menurut rencana pihak Israel akan membebaskan mereka yang masih dirawat di rumah sakit hari Kamis tapi Dubes Zainul mengatakan hal tersebut belum tentu akan terjadi.

"Masih ada ketidakpastian apa yang akan dilakukan Israel. Seperti pembebasan ratusan orang ini, sebelumnya mereka dijadwalkan akan dibebaskan hari Selasa malam, tapi nyatanya baru dibebaskan hari Rabu pagi." kata Zainul.

Dari mereka yang sudah dibebaskan oleh Israel, Dubes Zainul Bahar mengatakan salah seorang diantaranya adalah Ketua KISPA (Komite Indonesia untuk Simpati bagi Palestina) Ferry Noor.

"Ada juga wanita dalam rombongan ini. Satu bernama Santi Soekanto dan yang lainnya Nur Fitri Muslim Taher. Santi ini sebenarnya ikut bersama suaminya Wisnu Pramudya. Mereka terpisah ketika terjadi serangan dan baru bertemu tadi ketika dibebaskan oleh Israel." tambah Zainul.

Deportasi mulai

Massa simpatisan menyambut aktivis yang baru dibebaskan
Keterangan gambar, Massa simpatisan menyambut aktivis yang baru dibebaskan

Sebanyak 124 aktivis pro-Palestina tiba di Yordania melalui penyeberangan Allenby Rabu pagi.

Para aktivis tersebut kebanyakan berasal dari negara-negara muslim. Sebagian dari mereka tidak memilliki hubungan diplomatik dengan Israel, Malaysia, Indonesia, Bahrain, Kuwait dan Pakistan.

Mereka disambut massa simpatisan dan perwakilan negara mereka di Yordania.

Sebanyak 50 aktivis asal Turki dibebaskan dari penjara Israel sebelum kemudian dideportasi, kata para pejabat Israel.

Ratusan aktivis, termasuk 30 warga Inggris dan 10 orang Inggris yang memiliki dua kewarganegaraan, masih ditahan di penjara Israel. Namun, aparat Israel menyatakan mentargetkan untuk menyelesaikan deportasi paling lambat hari Kamis.

Israel menahan lebih dari 670 orang dan enam kapal yang mengangkut mereka.