Israel tembak mati empat penyelam

Peta Gaza

Israel tembak mati empat Palestina yang mengenakan baju selam di lepas pantai Gaza, kata aparat Israel.

Aparat militer Israel mengatakan mereka yakin orang-orang tersebut merencanakan ''serangan teroris''.

Para pejabat Hamas di Gaza mengatakan empat mayat telah ditemukan dan orang masih hilang

Perkembangan ini terjadi satu pekan setelah sembilan aktivis pro-Palestina tewas dalam serbuan pasukan Israel terhadap konvoi bantuan yang mencoba menerobos blokade Israel terhadap Gaza.

Israel menguasai dan menduduki laut di lepas pantai Gaza, meski telah menarik pasukannya dari wilayah tersebut pada 2005.

Militer Israel mengatakan kapal itu mengangkut ''skuad teroris mengenakan pakaian selam dalam perjalanan untuk melaksanakan serangan teror''.

Seorang juru bicara mengatakan pasukan AL telah menghantam sasarannya, tapi tidak memberikan rincian lanjutan mengenai operasi tersebut.

Salah satu koran Israel, Haaretz mengutip seorag sumber di jajaran militer yang mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 0430 waktu setempat (07.30 WIB) dan kapal itu mengarah ke utara dari perairan di lepas pantai kamp pengungsi Nuseirat di bagian tengah Gaza.

Media Israeli melaporkan helikopter dilibatkan dalam operasi tersebut.

Media Israel Ynet News mengatakan Brigade Syuhada al-Aqsa, sayap militer Fatah, melaporkan empat anggotanya tewas dan satu lagi hilang.

Orang-orang tersebut tengah berlatih di perairan lepas pantai Gaza, Ynet mengutip jurubicara al-Aqsa.

Pasukan Pertahanan Israel, IDF, mengatakan, Israel tidak mengalami korban.

KTT regional

Wartawan BBC Jon Donnison di Ramallah, Tepi Barat, mengatakan tidak jelas insiden yang terjadi.

Namun, tidak jarang AL Israel menembaki kapal nelayan yang mereka pandang terlalu jauh berlayar, kata wartawan kami.

Beberapa kali roket ditembakkan dari Gaza ke Israel sejak konvoi kapal bantuan diserbu pasukan komando Israel satu pekan lalu.

Insiden berlangsung, sementara Presiden Palestina Mahmoud Abbas berada di Turki untuk menghadiri pertemuan puncak keamanan regional.

Abbas, yang memimpin Otorita Palestina di Tepi Barat, diharapkan juga menyatakan hormat kepada sembilan korban aktivis yang terbunuh dalam serbuan militer Israel.

Pemerintah Abbas adalah seteru Hamas, yang berkuasa atas Gaza setelah menggusur gerakan Fatah pada tahun 2007.