Israel deportasi tujuh aktivis

Aktivis Malaysia
Keterangan gambar, Para aktivis menyatakan tidak akan menyerah untuk membobol blokade

Israel mendeportasi tujuh aktivis yang berusaha masuk ke Gaza dengan kapal berisi bantuan meski Israel melakukan blokade.

Ketujuh aktivis itu adalah enam warga Malaysia dan seorang warga Kuba dari 11 aktivis dan delapan awak buah kapal yang menandatangani surat-surat deportasi pada Minggu (6/6), setelah pasukan Israel menaiki kapal Rachel Corrie yang mereka tumpangi.

Juru bicara kementerian dalam negeri Israel Sabine Haddad mengatakan sebagian besar anak buah kapal dan aktivis diterbangkan Minggu, sedangkan ketujuh aktivis dari Malaysia dan Kuba telah meninggalkan Israel menuju Yordania melalui jalan darat.

Kapal Rachel Corrie mengangkut enam aktivis Malaysia dan lima aktivis Irlandia, antara lain pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Mairead Maguire dan mantan Kepala Operasi Kemanusiaan PBB di Irak Denis Halliday.

Penyelidikan

Sebelumnya, pasukan Israel membunuh sembilan aktivis yang juga berusaha menerobos blokade. Gerakan Bebaskan Gaza yang berbasis di Siprus, yang menyelenggarakan upaya pembobolan blokade Gaza, berjanji akan ada kapal-kapal bantuan lainnya.

Aktivis pro-Palestina
Keterangan gambar, Enam aktivis Malaysia dideportasi dari Israel ke Yordania

Sejumlah pejabat Israel mengatakan Sekjen PBB Ban Ki-moon menelpon Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menyampaikan usulan pembentukan komisi independen internasional guna menyelidiki peristiwa itu.

Komite rencananya akan terdiri dari wakil-wakil Amerika Serikat, Turki dan Israel, dan bisa diketuai oleh mantan Perdana Menteri Selandia Baru Geoffrey Palmer. Kabinet Israel dilaporkan sedang mempertimbangkan usulan tersebut.

Benjamin Netanyahu mengatakan pada Minggu (6/6) tentara diserang oleh sekelompok orang - di luar kelompok aktivis perdamaian - yang berada di kapal Mavi Marmara "dengan cara yang memungkinkan mereka menghindari pemeriksaan keamanan", dan bertujuan "untuk memulai konfrontasi kekerasan dengan pasukan Israel".

Kapal Rachel Corrie mengangkut ratusan ton bantuan, antara lain kursi roda, obat-obatan dan semen.

Israel telah menyatakan akan memeriksa barang-barang itu dan akan menyalurkannya ke Jalur Gaza sepanjang bukan barang-barang yang dilarang masuk ke Gaza. Namun gerakan Hamas yang menguasai Jalur Gaza sejauh ini tidak bersedia menerima bantuan - yang sebelumnya diangkut dengan kapal Mavi Marmara - sampai semua aktivis dari kapal yang kemudian ditahan Israel, dibebaskan.