Iran hadapi 'sanksi terberat'

Iran memiliki fasilitas untuk memperkaya uranium untuk program nuklir
Keterangan gambar, Iran memiliki fasilitas pengolahan uranium untuk program nuklir

Hillary Clinton sangat optimistis mengenai prospek resolusi baru PBB, yang didukung oleh kelima anggota dewan keanaman yang memiliki hak veto.

"Tingkat persatuan yang telah tergalang oleh masyarakat internasional itu sangat berarti," katanya dalam konferensi pers dengan Presiden Ekuador Rafael Correa di Quito.

Brazil dan Turki - juga anggota dewan keamanan - mengatakan sanksi tersebut akan mematikan upaya menggulirkan kembali perundingan dengan Iran, dan mengajukan kasus tersebut pada sidang khusus pada menit terakhir di PBB hari Selasa.

Resolusi akan diterima

Kendati adanya berbagai keberatan dari pihak mereka, wartawan BBC Barbara Plett di markas PBB di New York mengatakan resolusi itu tidak diragukan lagi akan diterima.

Turki, Brazil dan Libanon diduga tidak akan mendukung resolusi tersebut, tidak satupun dari tiga negara tersebut memiliki hak veto.

Para diplomat barat memperkirakan 12 dari 15 anggota dewan keamanan diperkirakan akan menyetujui resolusi tersebut

Hari Rabu, Amerika Serikat, Russia dan Perancis secara garis besar menjelaskan kekhawatiran mereka mengenai perjanjian Iran-Turki-Brazil dalam serangkaian surat kepada Badan Energi Atom Intersional (IAEA)

Surat-surat itu tidak diumumkan, tetapi utusan Amerika serikat untuk IAEA, Glyn Davies mengatakan perjanjian itu "akan tetap membuka kesempatan bagi Iran untuk tetap memiliki persediaan uranium yang diperkaya."

Desak Rusia

Kepala Badan Energi Nuklir Iran, Ali Akbar Salehi mengagtakan voting PBB itu memperlihatkan bahwa "dari permulaan, (Amerika serikat serta sekutu-sekutunya) tidak berminat pada perjanjian tersebut.

Presiden Iran Ahmadinejad, berbicara pada Selasa di Istanbul dimana ia menghadiri pertemuan puncak regional, mengatakan jika Amerika Serikat tidak mengubah posisinya, "yang pertama akan rugi adalah Presiden Obama dan rakyat Amerika Serikat".

Ia juga mendesak Rusia agar "berhati-hati agar jangan berada di pihak musuh rakyat Iran".

Komentarnya ini disampaikan sebelum menggelar pembicaraan dengan Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin, yang juga menghadiri KTT di Turki itu, dan di masa lalu telah memperingatkan agar jangan mengambil tindakan keras terhadap Iran.

Di tengah ketegangan yang kian meruncing mengenai resolusi baru tersebut, Iran mengatakan hari Selasa bahwa pihaknya memiliki bukti bahwa salah seorang ilmuwan nuklirnya diculik dan sedang ditahan di Amerika Serikat diluar kemauan ilmuwan tersebut.

Shahram Amiri raib tahun lalu ketika berziarah ke Arab Saudi.

Video yang ditayangkan oleh televisi Iran hari Selasa berusaha menunjukkan bahwa Amiri mengatakan ia diculik dan tinggal di Arizona.

Beberapa jam kemudian, video lain yang dipasang di You Tube tampaknya memperlihatkan bahwa ilmuwan itu senang tinggal di Amerika. Amerika Serikat membantah menculiknya.

Dewan Keamanan mengadakan pemungutan suara atas putaran keempat sanksi untuk memperketat pembatasan keuangan terhadap Iran, dan memperluas embargo senjata terbatas.

Menlu AS Hillary Clinton mengatakan "sanksi paling penting yang pernah dihadapi Iran".

Namun, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad memperingatkan negaranya tidak akan menyetujui perundingan nuklir jika sanksi-sanksi tersebut diberlakukan.

Ahmadinejad juga mengatakan perjanjian penukaran bahan bakar nuklir dengan penengah Turki dan Brasil merupakan tawaran yang tidak akan diajukan lagi.

Iran bulan Mei setuju untuk menyerahkan 1.200 kg uranium kadar rendah ke Turki dengan imbalan bahan bakar reaktor.

Namun, Amerika Serikat dan para sekutu Baratnya mengatakan kesepakatan itu terlalu ringan dan terlalu terlambat.

Mereka khawatir Tehran diam-diam mencoba membangun bom nuklir. Iran mengatakan programnya bertujuan hanya untuk tujuan damai.

Sudah ada tiga putaran sanksi PBB terhadap Iran, termasuk pelarangan perdagangan ''bahan nuklir sensitif'', membekukan aset keuangan orang-orang yang terlibat dalam kegiatan nuklir Iran, melarang seluruh ekspor senjata Iran dan mendorong pemantauan transaksi bank-bank Iran.

Paket sanksi baru yang diusulkan saat ini bertujuan menekan Tehran berhenti memperkaya uranium.

Meski sanksi tersebut diperlunak selama perundingan dengan Rusia dan Cina hari Selasa, sanksi itu memperketat pembatasan yang telah berlaku di bidang pelayaran dan keuangan.

Sanksi baru

Berdasarkan sanksi tersebut, Iran dilarang membeli beberapa jenis senjata berat, termasuk helikopter dan rudal. Semua negara juga diimbau agar memeriksa kargo yang dicurigai bermuatan barang terlarang ke dan dari Iran di wilayahnya, termasuk pelabuhan laut dan udara.

Negara-negara anggota PBB didesak agar menghadang transaksi keuangan dan melarang pemberian izin kepada bank Iran jika mereka curigai ada kaitan dengan kegiatan nuklir.

Sanksi yang diusulkan juga memperbesar jumlah orang-orang dan perusahaan yang dijadikan sasaran pembekuan kekayaan dan larangan perjalanan.