Koran utama Cina serukan kenaikan upah pekerja

Karyawan Honda
Keterangan gambar, Aksi mogok sempat dilakukan oleh para pekerja pabrik Honda di Cina

Koran yang berpengaruh di Cina, Harian Rakyat, menyerukan agar upah pekerja ditingkatkan untuk melindungi stabilitas dan mentransformasi masyarakat.

Sebuah artikel di koran tersebut menyebut model "buatan Cina" sedang menghadapi titik balik, walau tidak menyebut serangkaian unjuk rasa yang menimbulkan masalah bagi investasi asing di negara itu.

Aksi mogok pekerja melanda beberapa pabrik di Cina, antara lain pabrik Honda di Tianjin dan di dekat Guangzhou, Guangdong.

Harian Rakyat merupakan koran resmi pemerintah dan para pengamat melihat beritanya sebagai salah satu petunjuk dari cara berpikir pemerintah.

Sebelumnya Perdana Menteri Wen Jiabao menyampaikan pidato agar masyarakat memberi perhatian yang lebih besar kepada para pekerja pendatang asal pedesaan.

"Pemerintah dan semua bagian masyarakat harus memperlakukan pekerja pendatang muda seperti mereka memperlakukan anak-anak sendiri," kata Wen.

Bagaimanapun Wen Jiabao tidak menyinggung soal upah, yang justru menjadi keprihatinan utama para pekerja.

Jurang kaya miskin

Namun Harian Rakyat melangkah lebih maju dengan menyerukan kenaikan upah.

"Waktunya telah tiba untuk mengecilkan jurang antara kaya dan miskin yang menghambat permintaan konsumen di sini," tulis koran itu.

Serikat Buruh Seluruh Cina mengatakan hampir seperempat pekerja di Cina tidak mendapat kenaikan upah dalam waktu lima tahun belakangan.

Namun para pekerja yang melakukan aksi mogok untuk menuntut kenaikan upah menuduh serikat buruh berkolusi dengan pejabat pemerintah setempat dan manajer pabrik untuk menekan buruh kembali bekerja walau tuntutan mereka belum dipenuhi.

Aksi mogok merupakan masalah yang peka bagi Partai Komunis Cina dan media-media Cina dilaporkan mendapat larangan memberitakan aksi mogok itu.

Wartawan BBC di Shanghai, Chris Hogg, melaporkan artikel di Harian Rakyat itu memusatkan perhatian pada perusahaan asing.

Para pekerja sepertinya berpendapat mereka lebih punya peluang untuk melakukan aksi mogok di perusahaan asing karena perusahaan punya kepentingan untuk menjaga citranya di Cina maupun di dunia interntasional.

Sedangkan perusahaan lokal sepertinya tidak terlalu perduli dengan pendapat umum tentang upah para karyawannya.