Amerika tambah sanksi untuk Iran

Amerika Serikat memperluas cakupan sanksi terhadap Iran dengan alasan kekhawatiran soal ambisi nuklir Teheran.
Washington mengatakan orang dan lembaga yang menjadi sasaran sanksi membantu Iran mengembangkan program nuklirnya.
Langkah pertama dalam menerapkan sanksi yang disetujui Dewan Keamanan PBB pekan lalu.
Post Bank, Menteri Pertahanan Ahmad Vahidi dan komando AU dan Misil Korps Pengawal Revolusi masuk dalam daftar hitam.
Negara-negara Barat menuding Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir. Iran membantah keras tudingan tersebut.
Sanksi yang diterapkan Amerika melarang semua perusahaan atau warga Amerika berbisnis dengan perusahaan atau perorangan yang tercantum dalam daftar hitam. Sanski juga membekukan kekayaan yang mereka mungkin miliki di dalam yurisdiksi Amerika Serikat.
''Kami akan terus menyasar dukungan Iran kepada organisasi teroris, kami akan terus berkonsentrasi pada Pengawal Revolusi Iran, dan kami akan terus mengungkap upaya Iran untuk menghindari sanksi internasional,'' kata Menteri Keuangan AS Timothy Geithner dalam konferensi pers Gedung Putih.
Pengawal revolusi
Sebuah perusahaan yang dijadikan penyamaran untuk maskapai pelayaran nasional yang dikelola Pengawal Revolusi, juga dimasukkan ke dalam daftar hitam.
Depkeu AS mencantumkan 27 kapal baru dan memperbaharui entri untuk 71 kapal lain yang namanya diubah.
Dicekalnya Post Bank menjadikan jumlah bank yang terkena sanksi menjadi 16. Depkeu AS menyatakan Post Bank adalah kedok bagi Bank Sepah, yang pada tahun 2007 dinyatakan menyediakan layanan keuangan untuk industri rudal Iran.
Pekan lalu, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan sanksi PBB ''sapu tangan bekas'' yang layak masuk keranjang sampah.
Uni Eropa, yang bekerja sama dengan Washington, akan memutuskan sanksi yang mereka akan berlakukan dalam pertemuan puncak hari Kamis.
Proposal sanksi Uni Eropa lebih keras daripada sanksi PBB dengan sasaran industri minyak dan gas.
Beberapa negara Uni Eropa seperti Jerman dan Italia menjadi mitra bisnis penting bagi Iran, tapi blok Eropa semakin khawatir Iran mungkin tengah berusaha menguasai senjata nuklir.





























