Empat serdadu Nato tewas di Afghanistan

Empat tentara Nato, termasuk tiga anggota pasukan komando Australia, tewas, setelah sebuah helikopter jatuh di Afghanistan selatan, kata para pejabat.
Insiden ini tengah diselidiki, tapi tidak ada indikasi keterlibatan musuh, kata pernyataan Nato.
Panglima Angkatan Bersenjata Australia, Marsekal Udara Angus Houston mengatakan tiga orang yang meninggal dunia berasal dari Gugus Tugas Operasi Khusus.
Tujuh orang terluka dalam insiden tersebut, katanya.
''Dua orang terluka parah, termasuk satu yang menjalani pembedahan dan satu menjalani perawatan intensif,'' tambah Marsekal Angus Houston.
Bagi Australia, kematian tiga anggota pasukan elit ini dalam insiden terbaru menjadikan korban jiwa kontingen negara dalam operasi militer di Afghanistan sejak tahun 2001 bertambah menjadi 16 orang.
Marsekal Houston mengatakan bahwa para anggota pasukan komando Australia itu baru saja dikerahkan dalam operasi yang mendatangkan pukulan berat bagi pemberontak Taliban di bagian utara Kandahar.
Mereka sudah tiga kali ditugaskan di Afghanistan, tambahnya.
Belum ada informasi mengenai kewarganegaraan seorang korban tewas.
Pasukan Nato sedang mempersiapkan operasi besar-besaran di Kandahar, yang merupakan jantung perlawanan yang dimotori Taliban, pertengahan tahun ini.
Australia menempatkan sekitar 1.500 serdadu di Afghanistan.





























