Rencana Israel ilegal

Sekjen PBB, Ban Ki-moon, mengatakan rencana untuk merubuhkan rumah-rumah warga Palestina di Jerusalem Timur untuk membangun taman wisata, adalah tindakan ilegal dan tidak membantu.
Pada hari Senin, Dewan Kota Jerusalem mensahkan rencana untuk merubuhkan 22 rumah orang Palestina di Silwan, yang menjadi bagian dari peremajaan besar kawasan itu.
Langkah ini mengundang kritik di Israel dan dari pemerintah Obama.
Ban mengatakan rencana tersebut "bertentangan dengan hukum internasional" dan "tidak membantu" upaya untuk memulai kembali perundingan damai.
Program ini dikatakan masih dalam tahap awal.
"Sekretaris Jenderal sangat prihatin terhadap keputusan oleh dewan kota Jerusalem untuk melaksanakan rencana perubuhan rumah dan melanjutkan kegiatan permukiman di daerah Silwan," kata pernyataan kantor Ban.
Pemerintah Israel memiliki "tanggung jawab untuk tidak melakukan langkah-langkah provokatif" yang akan menaikkan ketegangan di kota itu, katanya.
Pada hari Selasa, Departeman Luar Negri AS mengkritik langkah itu dengan mengatakan tindakan tersebut merongrong saling percaya dan meningkat ancaman tindak kekerasan.
Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, juga mengkritik dewan kota Jerusalem karena meneruskan rencana itu pada waktu yang tidak tepat dan pertimbangan yang buruk.
Berdasarkan rencana itu, 22 rumah warga Palestina akan dirubuhkan untuk dijadikan taman arkeologi Israel.





























