Turki larang terbang pesawat militer Israel

Turki melarang sebuah pesawat militer Israel memasuki wilayahnya sebagai balasan serangan terhadap kapal bantuan Gaza.
Perdana menteri Turki memastikan penerapan "larangan" ini menyusul operasi Israel atas kapal pada tanggal 31 Mei dimana sembilan warga Turki tewas.
Larangan penerbangan militer saat ini akan diberlakukan berdasarkan kasus per kasus, kata pejabat Turki.
Adapun pesawat yang dilarang tersebut sedang membawa beberapa pejabat Israel dalam perjalanan ke Polandia untuk mengunjungi Auschwitz.
Namun pesawat tidak diberikan izin melintasi wilayah angkasa Turki sehingga harus menempuh jalur alternatif.
Sementara itu komisi penyelidikan Israel terhadap serangan atas iring-iringan kapal mulai bertugas Senin (28/06).
Pertikaian diplomatik

Seorang pejabat senior departemen luar negeri Turki mengatakan kepada BBC bahwa sekarang diterapkan kebijakan resmi melarang pesawat militer Israel memasuki angkasa Turki berdasarkan kasus per kasus.
Dia mengatakan ini berarti larangan tidak berlaku secara menyeluruh, tetapi bergantung pada jenis penerbangan dan keadaan hubungan Turki-Israel saat itu.
Namun penerbangan sipil sama sekali tidak dilarang.
Sejumlah laporan dari surat kabar Israel Yediot Ahronot melaporkan pesawat barang militer Israel yang membawa lebih 100 perwira itu sedang dalam perjalanan ke Auschwitz.
Pada KTT G20 di Toronto, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan ditanya wartawan apakah larangan tersebut berhubungan dengan operasi terhadap kapal-kapal bantuan.
Erdogan memastikan bahwa pihaknya "menerapkan larangan setelah sejumlah kejadian tersebut", lapor kantor berita Turki Anatolia.





























