Ancaman diplomatik Turki atas Israel

Turki memberi peringatan kepada Israel bahwa hubungan diplomatik kedua negara akan diputuskan kecuali Israel minta maaf sehubungan dengan serangan terhadap kapalnya yang mengangkut bantuan ke Gaza bulan Mei lalu.
Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu -seperti dikutip media Turki- mengatakan pemutusan hubungan diplomatik seperti itu hanya bisa dihindarkan jika Israel menyetujui penyelidikan internasional atas insiden tersebut.
"Israel punya tiga pilihan: mereka bisa minta maaf atau menyetujui penyelidikan internasional yang tidak berpihak dan mengakui hasil penyelidikan itu. Kalau tidak, hubungan diplomatik kedua negara akan diputuskan."
Turki -yang sampai belakangan ini merupakan sekutu penting Israel di dunia Islam- tidak hanya meminta maaf dari Israel tapi juga menuntut ganti-rugi bagi keluarga para korban.
Namun pemerintah Israel mengatakan tidak ada alasan untuk minta maaf.
Pembatasan udara
Ankara mengurangi hubungan diplomatik dengan Israel setelah serangan pasukan komando Israel atas kapal tersebut menewaskan sembilan warga Turki.
Wartawan BBC di Istanbul, Jonathan Head, mengatakan sikap Turki tampaknya makin keras terhadap Israel, hanya lima hari setelah pertemuan mendadak Davutoglu dengan Menteri Perdagangan Israel Benyamin Ben Eliezer di Swis.
Pertemuan itu dilihat sebagai upaya kedua negara untuk membangung kembali hubungan antar mereka, namun dengan peringatan terbaru ini pemerintah Turki tampaknya mengambil posisi yang lebih tegas.
Israel mengatakan pasukan komandonya bertindak untuk membela diri setelah diserang oleh para penumpang kapal, yang merupakan bagian dari armada bantuan untuk menembus blokade Israel ke jalur Gaza.
Turki juga sudah memberlakukan pembatasan atas pesawat militer Israel di wilauah udaranya, dan larangan itu diterapkan berdasarkan kasus dem kasus.





























