RI-Australia rundingkan imigran

Pengungsi Sri Lanka
Keterangan gambar, Sebagian besar pengungsi ditangkap di perairan Indonesia

Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith berkunjung ke Indonesia untuk melakukan perundingan soal rencana pusat pemrosesan pengungsi regional.

Stephen Smith akan berunding dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa.

Sebelumnya Australia mengusulkan pendirian satu pusat pencari suaka regional yang dipusatkan di Timor Leste.

Namun pemerintah Indonesia khawatir pendirian pusat itu akan membuat lebih banyak pengungsi yang memasuki wilayah perairan Indonesia, sementara Timor Leste sendiri belum menyetujui usul Australia itu.

Australia ingin mencegah para pencari suaka, yang kebanyakan berasal dari Sri Lanka dan Afghanistan, berlayar ke Australia.

Kebanyakan dari mereka ditangkap di wilayah perairan Indonesia, dan pemerintah Indonesia menegaskan bahwa Timor Leste dan wilayah Timor Barat milik Indonesia berbagi garis perbatasan yang rentan.

Stephen Smith mengatakan kepada media Autralia bahwa satu pusat pemrosesan regional akan mendoromg para pencari suaka untuk berkonsentrasi pada satu wilayah tujuan di wilayah

"Menurut saya ketika kami duduk berunding, tidak hanya dengan Indonesia tetapi dengan negara lain di wilayah, rasionalisasi kebijakan satu pusat proses regional ini adalah mengurangi pergerakan cara lain, terutama dengan kapal yang melintasi laut lepas dalam situasi yang berbahaya," ujarnya.

Australia juga mengatakan masih melakukan perundingan dengan Timor Leste mengenai rencana itu meski parlemen negara tersebut telah menolaknya.

"Perhatian utama kami adalah perundingan dengan pemerintah Timor Leste dan pemerintah Timor Leste masih menegaskan mereka terbuka untuk berunding soal pusat pemrosesan regional itu, dan saat ini kami sedang melakukan perundingan baru," ujar Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, di depan Parlemen hari Selasa.

Sementara itu, Nauru yang terletak di Laut Pasifik kembali menawarkan diri untuk menjadi lokasi pusat itu, seperti yang dilakukan bersama pemerintah Australia sebelumnya dalam langkah yang disebut Solusi Pasifik.

Masalah imigrasi merupakan topik yang sangat kontroversial di Australia yang sebentar lagi akan mengadakan pemilihan umum.

Saat ini para pencari suaka diproses di Pulau Christmas, Lautan India, namun tempat itu terlalu penuh dan sejumlah pusat telah dibuka di benua Australia.

Indonesia dan Australia memang belum berhasil memecahkan masalah pencari suaka ini.

Tahun lalu kedua negara gagal menyetujui serangkaian kesepakatan mengenai pencari suaka yang disebut oleh media sebagai solusi Indonesia.

Angka resmi memperlihatkan bahwa tahun ini hingga tanggal 19 Mei sebanyak 2.982 pencari suaka berhasil ditangkap saat mencoba berlayar ke Australia.