Korut janjikan "tanggapan fisik" atas latihan bersama AS-Korsel

Kapal induk AS
Keterangan gambar, Latihan bersama melibatkan 100 pesawat dan 8.000 personil.

Korea Utara menjanjikan "tanggapan fisik" atas latihan militer bersama Amerika Serikat-Korea Selatan yang akan berlangsung Minggu.

Komentar itu muncul pada saat para menteri luar negeri Asia bertemu di Hanoi, Vietnam, dalam Forum Kawasan ASEAN.

Forum itu didominasi oleh pembicaraan tentang krisis yang diakibatkan penenggelaman kapal Korea Selatan pada bulan Maret, yang diduga dilakukan oleh Korea Utara.

Jurubicara delegasi Korea Utara dalam forum tersebut mengatakan latihan militer bersama AS-Korsel merupakan contoh dari diplomasi kapal perang pada masa abad 19.

"Ini abad baru dan negara-negara Asia membutuhkan perdamaian dan pembangunan, dan DPRK (Korea Utara) juga bergerak ke arah tujuan itu," kata Ri Tong-il.

Dia menambahkan latihan bersama itu melebihi latihan pertahanan dan akan melibatkan peralatan persenjataan canggih.

"Ini merupakan ancaman bagi semenanjung Korea dan kawasan Asia secara menyeluruh. Dan posisi DPRK jelas: akan ada tanggapan fisik atas ancaman yang ditimbulkan oleh Amerika Serikat secara militer."

Cina mengkritik

Menteri luar negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton -yang juga menghadiri forum di Hanoi- menolak menanggapi langsung komentar Korea Utara dan mengatakan pintu tetap terbuka untuk kembali ke jalan perundingan jika Korea Utara punya komitmen untuk program denuklirisasi yang tak bisa dibalikkan lagi.

Sebelumnya Clinton menuduh Pyongyang melancarkan kampanye provokasi dan perilaku berbahaya.

Washington dan Seoul mengatakan latihan perang bersama ditujukan untuk menghalangi agresi Korea Utara.

Latihan bersama itu melibatkan kapal induk USS George Washington serta 20 kapal lain -termasuk kapal selam- 100 pesawat, dan 8.000 personil.

Cina mengkritik latihan bersama ini dan memperingatkan setiap tindakan bisa meningkatkan ketegangan wilayah.

Kapal Cheonan
Keterangan gambar, Penyelidikan menyebut Cheonan tenggelam karena torpedo Korut.

Namun Jepang mengirim empat pengamat militer sebagai pertanda dukungan.

Amerika Serikat mengumumkan sanksi baru atas Korea Utara hari Rabu (21/07)

Pernyataan akhir

Forum Kawasan ASEAN dihadiri oleh negara-negara anggota ASEAN dan Cina, Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, serta Amerika Serikat.

Korea Selatan berupaya mencari dukungan untuk keluarnya sebuah pernyataan yang mengutuk Korea Utara sehubungan dengan penenggalaman kapal perangnya.

Namun pernyataan akhir hanya menyebutkan "keprihatinan mendalam" atas insiden tersebut.

Cina, yang merupakan sekutu dekat Korea Utara, menolak untuk mengambil langkah tegas atas negara tetangganya itu.

Kapal perang Cheonan tenggelam Maret 2010 di dekat kawasan perbatasan laut yang dipersengketakan oleh kedua Korea dan 46 awaknya tewas.

Penyelidikan internasional menyebutkan kapal itu tenggelam karena torpedo Korea Utara, yang membantah tuduhan itu.