AS: Wikileaks ancaman

Amerika Serikat mengutuk kebocoran 90 ribu dokumen militer sebagai tindakan tidak "bertanggung jawab" karena dapat mengancam keamanan nasional.
Dokumen yang dikeluarkan situs internet Wikileaks tersebut juga berisi rincian pembunuhan terhadap warga sipil Afghanistan yang belum pernah dilaporkan sampai sekarang.
Dokumen tersebut juga menunjukkan kekhawatiran NATO bahwa badan intelijen Pakistan ISI membantu Taliban di Afghanistan. Tuduhan ini sudah dibantah Islamabad.
Pentagon mengatakan diperlukan waktu berminggu-minggu untuk mengetahui masalah yang terjadi akibat kebocoran ini.
Juru bicara departemen pertahanan Kolonel Dave Lapan mengatakan penyebaran dokumen tersebut sebagai suatu "kejahatan".
Dia mengatakan para pejabat sedang mengkaji untuk memutuskan "apakah mereka akan mengungkap para sumber dan metode yang dipakai", dan apakah hal tersebut akan membahayakan Amerika dan personil koalisi.
Karzai Terkejut
Juru bicara Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengatakan dirinya "terkejut" akan skala kebocoran, tetapi mengatakan "sebagian besar bukanlah hal baru".
Kantor Karzai mengatakan dokumen tersebut "jelas mendukung pandangan Afghanistan selama ini bahwa keberhasilan mengatasi teroris bukanlah dengan cara berperang di desa-desa Afghansitan, tetapi menargetkan tempat persembunyian, sumber keuangan dan idiologi di sepanjang perbatasan".
Dokumen yang diterbitkan Wikileaks ini merupakan salah satu bocoran terbesar dalam sejarah Amerika.
Pendiri Wikileaks, Julian Assange mengatakan tidak ada alasan untuk meragukan kebenaran dokumen tersebut.
"Saat kami menerbitkan sesuatu, yang kami katakan adalah: dokumen yang kami terbitkan adalah benar," katanya dalam sebuah konferensi pers di London.
"Kami selalu menerbitkan dokumen CIA. Dokumen-dokumen asli. Tetapi bukan berarti CIA menyampaikan kebenaran."





























