Perencana serangan bandara JFK divonis

Abdul Kadir
Keterangan gambar, Abdul Kadir, mantan anggota parlemen Guyana, dituduh danai makar

Dua orang yang didakwa dengan tuduhan merencanakan untuk meledakan tangki bahan bakar di bandar udara JFK New York dinyatakan bersalah.

Jaksa penuntut mengatakan Russell Defreitas dan Abdul Kadir merencanakan untuk meledakan tangki dengan membakar depot bahan bakar dan saluran pipa bawah tanah pada tahun 2007.

Kadir, seorang mantan anggota parlemen Guyana, dituduh mendanai rencana serangan tersebut. Sedangkan Defreitas adalah mantan petugas kargo di bandar udara JFK.

Namun, kuasa hukum mereka berargumentasi mereka merupakan korban salah sasaran yang diberikan oleh mata-mata kepolisian.

"Saya rasa cukup jelas kalau mereka bukan pelakunya'', kata pengacara Defreitas Mildred Whaled.

"Kami sangat kecewa."

Tetapi jaksa mengatakan kalau pasangan ini diketahui meminta bantuan milisi Islam termasuk dari sebuah operasi al-Qaida untuk merencanakan serangan yang mematikan ribuan orang.

Jaksa mengatakan ''kalau mereka melakukan langkah untuk membuat rencana itu menjadi kenyataan''.

''Mereka ingin membuat ledakan yang hebat sehingga bisa terlihat dari jarak yang sangat jaug,'' kata Wakil Jaksa AS Zainab Ahmad dalam tanggapan terakhir.

'Ternak Ayam'

Jaksa mengatakan Defreitas, 67 tahun, merekam video dan foto bandara, mempelajari sistem keamanan bandara dan merencanakan rute pelarian.

Mereka mengatakan kalau dalam rencana serangan ke bandara itu, Kadir telah menekankan pentingnya kerusakan ekonomi yang bisa disebabkan.

Dalam sebuah rekaman penyadapan, Kadir, seorang teknisi, terdengar tengah menjelaskan bagaimana ledakan bisa menimbulkan oksigen yang cukup untuk membakar tangki bahan bakar di bandara, kata jaksa.

Dalam satu tutik, dia menyarankan rekannya untuk menggunakan piranti lunak Google Earth untuk merencanakan serangan ke bandara, dimana dia menamakan kode serangan ini dengan sebutan ''ternak ayam''.

Kebanyakan bukti kasus ini berdasarkan dari rekaman pembicaraan dari seorang terpidana kasus penyelundupan narkoba yang setuju untuk menjadi mata-mata bagi pemerintah sebagai bagian dari pergantian untuk keringanan masa hukumannya.

Berdasarkan data persidangan, dalam beberapa pekan di tahun 2006, mata-mata yang berhasil menjadi orang kepercayaan Defreitas dan masuk dalam rencana serangan.

Rekaman pembicaraan mata-mata dan kedua konspirator serangan saat mendiskusikan rencana serangan di AS ini berlangsung selama berkunjung di Guyana di antara akhir musim panas 2006 hingga pertengahan 2007.

Defreitas juga disebut-sebut membawa sang mata-mata melakukan pengawasan di bandara.

Kadir, 58 tahun, mengatakan kepada para perencana kalau Islam ''tidak mendukung serangan atau pembunuhan terhadap orang yang tidak berdosa''.

Seorang perencana serangan lainnya juga ikut terekam dalam penyadapan. Abdel Nur, telah dinyatakan bersalah dengan tuduhan yang lebih ringan dan tengah menunggu untuk dipenjara.

Sedangkan perencana ke empat, Kareem Ibrahim, dinyatakan dalam keadaan terlalu sakit untuk diajukan ke pengadilan.