BP mulai matikan sumur minyak

Perusahaan minyak Inggris British Petroleum (BP) telah memulai upaya penutupan permanen sumur minyaknya di Teluk Meksiko yang bocor.
Campuran lumpur khusus akan dipompakan ke bagian atas sumur untuk mendorong minyak kembali ke tempatnya di dasar laut.
Setelah prosedur yang menurut rencana akan memakan waktu dua setengah hari itu selesai, maka langkah selanjutnya adalah menutup bagian atas sumur dengan lapisan semen.
Pemerintah Amerika Serikat memperkirakan sejak meledak 11 April lalu, sumur minyak ini sudah memuntahkan sedikitnya 4,9 juta barel minyak mentah dan hanya sekitar 800.000 barel saja yang berhasil diselamatkan.
Perhitungan terakhir mengenai jumlah minyak minyak mentah yang bocor ke laut ini ternyata lebih besar ketimbang perhitungan sebelumnya.
Angka jumlah minyak yang tumpah ke laut ini sangat penting untuk menghitung kerusakan lingkungan yang disebabkan dan sekaligus menghitung besaran ganti rugi yang harus dibayarkan BP.
Kebocoran sumur minyak BP di Teluk Meksiko ini jauh lebih besar ketimbang kebocoran sumur minyak Ixtoc di lokasi yang sama tahun 1979. Saat itu minyak mentah yang tumpah ke laut mencapai 3,3 juta barel.
Hanya pembocoran minyak ke laut yang dilakukan tentara Irak saat Perang Teluk tahun 1991 yang besarnya melebihi kedua bencana ini. Saat itu, tentara Irak 'membuang' 8 juta barel minyak mentah ke Teluk Persia demi alasan militer.
Kerugian terbesar
Selama prosedur 'penghentian permanen' ini dilakukan, para teknisi BP memompakan lumpur khusus untuk menghambat tekanan minyak yang keluar dari saluran-saluran di dasar laut. Demikian dijelaskan Wakil Presiden Senior BP Kent Wells.

Went mengatakan prosedur penghentian permanen ini bisa memakan waktu beberapa jam hingga beberapa hari. Jika prosedur ini berjalan lancar, lanjut Went, maka akan dilanjutkan dengan penutupan sumur menggunakan semen.
Sementara itu, Kepala Pengendalian Bencana AS Laksamana Thad Allen mengatakan pengerjaan relief well atau sumur miring yang dibangun untuk menyuntikkan campuran lumpur ke dalam sumur yang bocor, terus dilakukan. Saat ini, jarak simpangan relief well dengan sumur utama yang bocor tinggal 30 meter saja.
Relief Well ini dijadwalkan sudah mencapai sumur utama antara 11 dan 15 Agustus mendatang. Saat pengerjaan relief well ini selesai maka para teknisi BP akan memompakan semen melalui relief well itu untuk mematikan sumber kebocoran.
Sumur minyak Teluk Meksiko ini memuntahkan minyak mentah rata-rata 62.000 barel per hari, lebih tinggi dari perkiraan semula. Namun, saat saluran-saluran minyak mulai mengering tumpahan minyak menurun hingga 53.000 barel per hari.
Tumpahan minyak mentah ini berhenti sejak 15 Juli lalu, ketika BP memasang penutup di atas sumur itu. Pekan lalu, BP melaporkan kerugian sebesar US$ 17 miliar atau sekitar Rp 153 triliun di luar uang ganti rugi untuk kerusakan lingkungan sebesar US$ 32 miliar atau Rp 50 triliun.





























