Korban banjir Pakistan putus asa

Bencana banjir di Pakistan tidak hanya menghancurkan fasilitas dan menyebabkan korban jiwa, juga menyebabkan rasa putus asa masyarakat meningkat, seperti disampaikan pejabat lokal.
Banjir akibat hujan deras menimbulkan gelombang besar di sepanjang sungai Indus, membuat orang mengungsi.
Mohsin Leghari, anggota majelis regional Punjab, mengatakan kepada BBC, banyak orang kehilangan segalanya.
PBB telah meminta bantuan dana sebesar $ 459 juta untuk membantu sekitar 14 juta orang yang terkena dampak banjir.
Sedikitnya 1.600 orang tewas akibat banjir dan masih banyak orang hilang.
Leghari, yang tinggal dekat sungai Indus di Punjab, mengatakan korban banjir yang selamat tidak memiliki tempat pengungsian.
"Jika hujan turun menimbulkan kesengsaraan dan matahari juga menyebabkan penderitaan," kata dia kepada BBC World Today programme.
"Genangan air, tingkat kelembaban mengakibatkan kesulitan untuk bernapas. Hasil panen mereka hancur, dan hewan ternak mereka juga hilang akibat banjir, infrastuktur dan jalanan rusak.
Bantuan lambat
"Saat ini, kekurangan bahan pangan mulai terasa."
Dia menyebutkan beberapa jenis bantuan yang dibutuhkan seperti minyak goreng, tepung dan gula.
"Semuanya datang ketika situasi sudah sangat kritis," tambah dia.
Leghari mengatakan bantuan pemerintah sangat lambat.
"Kami negara miskin dan sumber daya kami sangat terbatas," kata dia. "Kami tidak memiliki peralatan untuk mengatasi bencana seperti ini.
Dia mengatakan pemberi bantuan harus menghadapi orang-orang yang putus asa.
"Ketika anda datang dengan 500 paket bantuan dan mereka yang mengharapkan bantuan mencapai 5.000 orang, menyebabkan kerusuhan sebab orang-orang akan menyerang anda karena mereka putus asa," kata dia.
"Anak-anak mereka kelaparan, ibu yang sudah tua juga kelaparan. Jadi mereka putus asa. Saya tidak menyalahkan mereka."
Kepala bagian kemanusiaan PBB John Holmes mengatakan dana bantuan yang diminta untuk jangka waktu tiga bulan.
Di New York, dia mengatakan bencana itu "merupakan salah satu tantangan seperti yang dihadapi oleh tiap negara di beberapa tahun terakhir ini".
Koresponden BBC mengatakan serangan pemberontak tetap terjadi ditengah bencana banjir.
Dalam pernyataan Selasa lalu, Taliban Pakistan mengatakan banjir merupakan hukuman Tuhan kepada masyarakat karena menerima pemimpin sekular. Mereka juga meminta masyarakat untuk memboikot bantuan dari luar negeri.
Bagaimanapun, Juru bicara Militer pakistan Mayor Jenderak Athar Abbas mengatakan pasukan tentara akan mengatur bantuan dan operasi keamanan.
Peringatan banjir

Badan Meteorologi Pakistan memperingatkan banjir terjadi di distrik Hyderabad di Provinsi Sindh.
Mereka juga mengumumkan perkiraan terjadinya banjir di Kalabagh dan Chashma di Punjab.
Bantuan internasional untuk Pakistan terus bertambah.
AS akan memberikan bantuan sebesar $ 55 juta, dan bantuan lain sebesar $ 16,2 untuk perwakilan pengungsi PBB dan Palang Merah Internasional untuk bantuan darurat bagi korban banjir.
Menteri Pertahanan AS Robert Gates mengirimkan kapal induk yang membawa sekitar 19 helikopter segera tiba di Karachi.
Inggris mengatakan pada Selasa lalu, empat pesawat pengangkut bantuan akan dikirim ke Pakistan.
Sementara itu, Badan Pangan Dunia mengatakan berupaya untuk mencari bantuan sekitar $ 150 juta bagi enam juta korban selamat.





























