Korut ingin pembicaraan nuklir segera

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-il mengatakan kepada Beijing bahwa dirinya berharap perundingan enam negara soal nuklir negara itu segera dimulai.
Pernyataan yang dimuat media pemerintah Cina ini sekaligus membenarkan bahwa Kim Jong-il sedang berkunjung ke negara tersebut pada akhir minggu.
Ini merupakan kunjungan kedua Kim Jong-il pada tahun ini.
Para pejabat Cina dan Korea Utara secara tradisional tidak pernah membenarkan kunjungan pemimpin Korea Utara itu hingga dia kembali ke Pyongyang.
Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa Kim Jong-il bertemu dengan Presiden Hu Jintao pada hari Jumat di ibukota propinsi Jilin, Changchun, namun tidak ada konfirmasi mengenai spekulasi bahwa putranya yang diperkirakan akan menjadi pewaris kekuasaan ikut dalam kunjungan itu.
Kim Jong-il mengatakan kepada Presiden Hu Jintao bahwa Korea Utara "tidak mau melihat ketegangan di semenanjung [Korea]" dan berharap agar perundingan internasional mengenai program nuklir Korea Utara "segera dimulai", namun tidak ada rincian atas pernyataan itu.
Cina telah bergerak untuk memulai kembali perundingan enam negara untuk menghentikan senjata nuklir Korea Utara, setelah kapal Korea Selatan tenggelam pada bulan Maret yang menyebabkan ketegangan antara Pyongyang dan Seoul.
Satu penyelidikan internasional menuduh Korea Utara bertanggungjawab atas insiden ini, namun Pyongyang membantah terlibat.
Kim Jong-il yang diyakini sedang sakit setelah terserang stroke dua tahun lalu, jarang berpergian ke luar negeri namun dia terakhir kali ke Cina pada bulan Mei 2010.
Muncul spekulasi bahwa puteranya Kim Jong-un, yang dipandang para pengamat sedang dipersiapkan untuk mengambil alih kepemimpinan, ikut dalam kunjungan itu.
Media melaporkan bahwa kunjungan ini bertujuan mendapatkan dukungan dari Beijing atas penyerahan kekuasaan di Korea Utara nanti.





























