Jepang jatuhkan sanksi baru ke Iran

Iran
Keterangan gambar, Jepang merupakan negara pengimpor energi terbesar bagi Iran

Jepang menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran berkaitan dengan program nuklir mereka.

Langkah yang lebih maju jika dibandingkan langkah yang ditempuh oleh Dewan Keamanan PBB itu melarang transaksi dengan sejumlah bank Iran dan juga investasi energi.

Jepang menyetujui sanksi untuk Iran pada bulan lalu, tetapi pejabat AS mendesak Tokyo untuk mengambil langkah tegas.

Sejumlah negara khawatir terhadap program nuklir Iran yang mengembangkan senjata atom; meski Iran bersikukuh program itu untuk perdamaian.

Jepang merupakan pengimpor terbesar minyak mentah dari Iran, tetapi kebijakan itu tidak menyebutkan larangan impor minyak dari Iran.

"Kami mengambil langkah tersebut untuk mendorong non-proliferasi nuklir dan mencegah pengembangan nuklir," kata Kepala sekretaris kabinet Yoshito Sengoku dalam konferensi pers.

"Kami memiliki hubungan tradisional yang dekat dengan Iran dan dari sudut itu, kami dengan sabar akan mendorong negara itu untuk berdamai dan mengambil solusi diplomatik," tambah dia.

AS, Uni Eropa, Kanada dan Australia mengumumkan sanksi tambahan, yang ditolah oleh Rusia dan Cina.

Cina merupakan mitra dagang terdekat Iran, terutama di sektor energi.

Dampak sanksi

Sanksi baru Jepang meliputi pembekuan aset kelompok ataupun individu yang terkait dengan program nuklir Iran.

Mereka melarang aturan jasa asuransi atau mengasuransikan kembali untuk Iran dan menghalangi insitusi keuangan Jepang untuk membeli surat obligasi dari Bank Sentral Iran.

Sanksi baru terhadap aktivitas financial dengan 15 calon bank Iran yang dapat memberikan sumbangan terhadap aktivitas nuklir yang berdampak kepada sejumlah bank di Jepang, seperti disampaikan analis.

Produsen otomotif Jepang, Toyota Motor Corp menghentikan sementara ekspor kendaraan ke negara itu sejak Juni lalu.

AS mengambil langkah sanksi unilateral pada 1 Juli, lebih maju dibandingkan dengan sanksi PBB terhadap Iran yang disetujui oleh Dewan Keamanan Juni lalu.

Sebagian besar bank di Jepang dan Jerman, perusahaan minyak di India dan perusahaan lainnya tengah diteliti dampak kebijakan itu terhadap bisnis mereka.

Uni Eropa juga mengajukan tindakan unilateral yang serupa.

Ikatan bisnis Cina dengan Iran menjadi perhatian bagi AS, sebab Beijing dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pelaku bisnis yang keluar dari Iran.