Karzai bentuk komisi damai

Hamid Karzai
Keterangan gambar, Hamid Karzai akan mengumumkan anggota dewan pekan depan

Presiden Afghanistan Hamid Karzai membentuk komisi untuk mengupayakan perdamaian dengan Taliban, menurut kantor kepresidenan.

Pengumuman itu dikeluarkan setelah rencana untuk berhadapan dengan militan dalam proses rekonsiliasi disepakati oleh para pendukung suku bulan Juni lalu.

Dalam sembilan tahun terakhir, Taliban berupaya menggulingkan pemerintah yang didukung Amerika dan mengusir 130.000 tentara asing di negara itu.

Pembentukan Dewan Perdamaian itu merupakan "langkah penting ke arah perdamaian," menurut kantor kepresidenan.

Amerika Serikat sebelumnya menyatakan dukungan untuk mengajak para pejuang Taliban yang tidak lagi terlibat kekerasan ke proses politik.

Kantor berita AFP mengutip kantor Karzai yang mengatakan rincian anggota dewan yang mencakup mantan pejuang, akan diumumkan minggu depan.

Pengumuman Karzai itu sudah diperkirakan setelah ia bertemu dengan mantan pemimpin mujahidin Burhanuddin Rabbani dan Abdul Rasul Sayyaf serta para pejabat lain untuk membicarakan pembentukan dewan.

Mantan pejuang

Juru bicara Karzai, Simak Herawi mengatakan minggu lalu, dewan itu mencakup "beberapa (mantan) Taliban dan anggota Hizb-i-Islami," kelompok yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Gulbuddin Hekmatyar.

"Dewan ini...akan efektif dalam mengurangi kekerasan di Afghanistan," kata Herawi.

Kelompok Hekmatyar Hizb-i-Islami saat ini bersekutu dengan Taliban, walaupun kedua kelompok saling curiga.

Kekuasaan Hekmatyar memudar dalam beberapa tahun terakhir dan pasukannya jauh lebih kecil dibandingkan Taliban. Tetapi kelompok itu masih aktif di kawasan utara dan timur Afghanistan.

Taliban berulangkali menolak tawaran perdamaian dengan mengatakan pemerintah Karzai adalah boneka Amerika Serikat.

Taliban mengatakan mereka tidak akan terlibat pembicaraan damai sampai semua pasukan asing angkat kaki dari negara itu.

Pengumuman itu keluar ditengah meningkatnya serangan dan jumlah korban pasukan asing sejauh ini 485 jiwa.

Amerika Serikat dan NATO memiliki hampir 150.000 pasukan di Afghanistan, sebagian besar ditempatkan di propinsi selatan Helmand dan Kandahar.