Pencari suaka ancam lompat dari atap

Sembilan pemohon suaka di Australia melanjutkan protes di atas atap sebuah kamp tahanan di Sydney.
Mereka adalah orang Tamil dari Sri Lanka.
Mereka mengancam akan melompat dari atap, kecuali Departemen Imigrasi Australia setuju untuk meninjau permohonan mereka.
Unjuk rasa di Villawood Centre berlangsung setelah seorang tahanan lain dari Fiji melakukan bunuh diri hari Senin.
Josefa Rauluni, 36 tahun, tewas setelah melompat dari kamp penahan beberapa jam sebelum dideportasi, kata aktivis kampanye pengungsi.
Rauluni ditahan di pusat penahanan tersebut sejak 17 Agustus, kata pihak berwenang.
Jurubicara Departemen Imigrasi menyatakan kematian tahanan itu masih belum jelas dan penyelidikan tengah berlangsung.
'Mencari perlindungan'
Para pejabat di pusat penahanan Villawood bekerja sepanjang malam untuk membujuk pencari suaka yang melancarkan protes agar turun dari bangunan berlantai dua tersebut.
Dalam pernyataan mereka, para demonstran mengatakan: ''Kami pengungsi sejati dan datang ke Australia untuk mencari perlindungan - bukannya untuk ditahan secara semena-mena.
''Ini protes damai demi kebebasan untuk pengungsi di seluruh Australia dan kami akan melanjutkannya,'' kata pernyataan yang dikeluarkan oleh Koalisi Aksi Pengungsi Australia, yang telah menghubungi demonstran melalui kontak telepon.
Para pejabat mengatakan protes itu tidak akan dikait-kaitkan dengan permohonan status pengungsi yang mereka ajukan.
Dua demonstran, seorang warga Iran dan seorang lagi warga Irak, secara sukarela menghentikan aksi mereka hari Selasa.
Awal bulan ini lebih dari 80 demonstran kabur dari sebuah pusat penahanan di Darwin untuk melancarkan protes atas kondisi yang mereka alami.
Berdasarkan ketentuan pemerintah Australia yang berlaku dewasa ini, mereka yang tiba dengan perahu tanpa surat yang syah akan dikirim ke pusat penahanan imigrasi di Christmas Island atau ke pusat-pusat di daratan utama Australia sambil menunggu verifikasi terhadap alasan mereka memasuki Australia.
Aparat Australia hingga saat ini telah menghentikan beberapa perahu yang mengangkut total sekitar 4.000 pencari suaka.





























