Wen Jiabao balas kritik AS soal Yuan

Wen Jiabao
Keterangan gambar, Menurut Wen Jiabao persoalannya bukan pada nilai tukar

Perdana Menteri Cina Wen Jiabao mengatakan defisit perdagangan AS-RRC bukan disebabkan oleh nilai yuan yang terlalu rendah.

Wen mengatakan hal ini sehubungan dengan tuduhan sejumlah kalangan di Amerika bahwa Cina sengaja membuat rendah nilai tukar yuan agar barang-barang buatan Cina lebih kompetitif.

Wen Jiabao mengatakan hal ini di depan para pemimpin bisnis Amerika sebelum bertemu dengan Presiden Barack Obama di New York.

"Kondisi untuk melakukan apresiasi renminbi (yuan) tidak memungkinkan," kata Wen dalam pidato di sela-sela pertemuan puncak PBB.

"Alasan utama defisit perdagangan AS dengan Cina bukan nilai tukar renminbi, tetapi struktur perdagangan dan investasi antare kedua negara."

Sanksi Amerika

Sebuah Komisi DPR Amerika hari Jumat akan melakukan pemungutan suara tentang RUU mata uang yuan yang akan memberlakukan sanksi kepada RRC bila negara itu tidak mengambil langkah-langkah agar nilai yuan menguat.

Seorang staf anggota DPR dari pihak Demokrat mengatakan seluruh dewan akan melakukan pemungutan suara mengenai RUU ini pekan depan.

"Sudah saatnya Kongres menyetujui legislasi yang memberi kekuatan kepada pemerintah dalam perundingan bilateral maupun multilateral dengan Cina," kata ketua DPR Nancy Pelosi hari Rabu.

Awal minggu ini Presiden Obama mengatakan nilai tukar yuan lebih rendah dari nilai seharusnya apabila melihat kondisi pasar.

"Jadi mereka diuntungkan. Kami akan terus mendesak tentang masalah ini dan semua persoalan dagang di antara kita dan Cina," kata Obama.

Tetapi Wen merasa yakin bahwa semua perselisihan dalam perdagangan Amerika dan Cina bisa diselesaikan.

Dia mengatakan Cina menginginkan Amerika yang kuat dan stabil, begitu juga sebaliknya.

Nilai tukar yuan bukan satu-satunya sumber ketegangan antara Cina dan Amerika.

Beijing juga memperingatkan kepada Amerika agar tidak campur tangan dalam sengketa teritorial di Laut Cina Selatan, sementara Cina juga marah kepada Amerika soal penjualan senjata ke Taian.