Mahmood Abbas bertemu pemimpin PLO

Presiden Palestina Mahmood Abbas, bertemu dengan para pemimpin Palestina lain untuk membicarakan proses perdamaian dengan Israel.
Jadwal perundingan sementara tertunda karena Israel menolak memperpanjang pembekuan pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat.
Wartawan BBC untuk kawasan Timur Tengah mengatakan Abbas menyadari kemungkinan akan menghadapi sejumlah pernyataan keras dari para pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina, PLO dan bahwa Palestina harus menarik diri dari pembicaraan kecuali bila Israel menyepakati pembekuan pemukiman.
Moratorium sepuluh bulan pembangunan rumah baru di pemukiman Yahudi berakhir seminggu lalu.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu -yang menghadapi tekanan dari kelompok sayap kanan di pemerintahnya- masih belum menjawab tuntutan masyarakat internasional untuk memperpanjang moratorium pembangunan.
Ganjalan soal pemukiman
Utusan khusus Amerika George Mitchell dan juru runding dari Eropa mengunjungi Timur Tengah untuk mencoba mencari jalan tengah bagi kedua belah pihak, namun upaya itu belum menunjukkan hasil.
Mitchell dan Abbas mengadakan pertemuan selama dua jam di Ramallah hari Kamis lalu.
Israel menduduki Tepi Barat sejak perang Timur Tengah tahun 1967 dengan menempatkan sekitar 500.000 warga di lebih dari 100 pemukiman yang dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional. Tetapi Israel menyangkal.
Sekitar 2,5 juta warga Palestina tinggal di Tepi Barat.
Hamas yang menguasai Jalur Gaza namun tidak terlibat dalam pembicaraan dengan Israel mendesak Mahmood Abbas untuk menarik diri dari pembicaraan.
Media Israel dan Amerika menyebutkan Netanyahu menolak tawaran Amerika atas sejumlah bantuan dengan imbalan perpanjangan moratorium pembangunan pemukiman selama dua jam.





























