Wapres Cina pimpin militer

Wakil Presiden Cina Xi Jinping ditunjuk sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat yang merupakan pertanda kuat dia akan menjadi pengganti Presiden Hu Jintao.
Penunjukan Xi Jinping sebagai wakil ketua komisi yang sangat berpengaruh itu terjadi di hari terakhir pertemuan tahunan Partai Komunis Cina.
Hu Jintao harus pensiun sebagai ketua partai pada tahun 2012 dan dari jabatan presiden tahun 2013.
Xi Jinping mengikuti jejak Hu Jintao yang juga mendapat promosi jabatan ke komisi yang mengendalikan angkatan bersenjata Cina sebelum menjadi presiden.
Wakil Presiden Xi dipromosikan oleh Komite Pusat Partai Komunis, satu dewan yang terdiri dari 20 pejabat senior.
Tokoh berusia 57 tahun ini akan menjadi wakil Hu Jintao yang merupakan ketua Komisi Militer Pusat.
Penunjukkan ke komisi militer dan jabatan di kursi pemerintah dipandang sebagai persiapan penting sebelum menduduki jabatan tertinggi.
Pada tahun 2007 Xi Jinping dipromosikan ke Komite Politbiro -lingkaran dalam penguasa- dan setahun kemudian ditunjuk sebagai wakil presiden Cina.
Tujuh dari sembilan anggota Komisi Militer Pusat dijadwalkan pensiun tahun 2012 karena mereka sudah dua kali masa jabatan di posisi itu.
Dengan demikian hanya Xi Jinping dan Li Keqiang yang masih tersisa, dan keduanya dipandang sebagai calon pemimpin Cina.
Reformasi politik
Xi Jinping adalah putra dari veteran revolusi Xi Zhongxun, salah satu pendiri Partai Komunis.

Dikenal sebagai "pangeran muda" karena keluarganya, prestasi politik Xi Jinping memang didukung oleh koneksi keluarganya.
Dia dikenal sebagai pendukung dunia usaha dan pendobrak aksi korupsi di kalangan pejabat pemerintah.
Sementara itu, tidak banyak yang diketahui mengenai pembicaraan dalam pertemuan tahunan tertutup di Beijing ini.
Pertemuan tahunan Partai Komunis ini biasanya membicarakan rencana sosial dan ekonomi lima tahun ke depan.
Pertemuan itu sendiri terjadi ditengah semakin banyak tudingan negatif terhadap catatan hak asasi manusia Cina.
Beberapa hari sebelum pertemuan, beredar satu surat yang ditandatangani 23 anggota senior Partai Komunis yang berisi himbauan untuk mengakhiri pembatasan kebebasan berbicara.
Seratus pegiat Cina juga menandatangani satu petisi yang meminta pembebasan Liu Xiabo yang baru dianugrahi hadiah Nobel Perdamaian.
Spekulasi bahwa reformasi politik ada dalam agenda pertemuan partai komunis dipicu oleh himbauan Perdana Menteri Wen Jiabao agar ada keterbukaan.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi CNN, Wen Jiabao mengatakan tuntutan agar ada "demokrasi dan kebebasan [di Cina] akan semakin sulit dilawan".





























