Inggris umumkan pemotongan anggaran besar-besaran

Menteri Keuangan Inggris George Osborne berbicara di parlemen
Keterangan gambar, Menteri Keuangan Inggris George Osborne berbicara di parlemen

Pemerintah koalisi Inggris mengumumkan rincian pengurangan anggaran besar-besaran untuk mengurangi utang pemerintah, termasuk dengan PHK 500.000 pegawai sektor publik.

Pengurangan anggaran yang diumumkan Menteri Keuangan George Osborne hari Rabu (20/10) merupakan pemotongan anggaran negara terbesar dalam sejarah Inggris Raya sejak Perang Dunia II.

Osborne mengatakan penghematan yang ditempuh pemerintah koalisi bernilai sekitar 130 miliar dollar dalam masa empat tahun ke depan.

Akibat pengurangan anggaran itu, banyak departemen pemerintah Inggris kehilangan seperempat dari anggaran mereka.

Osborne mengatakan hampir setengah juta orang kehilangan pekerjaan di sektor publik dalam rentang empat tahun.

Dampak terbesar

Sektor pendidikan, kesejahteraan, transportasi dan kepolisian termasuk pos yang mengalami dampak terbesar dari pengurangan anggaran.

Pemerintah koalisi Inggris mengatakan pengurangan drastis sangat diperlukan untuk mengurangi defisit anggaran negara.

Namun, para pengkritik kebijakan mengatakan langkah penghematan pemerintah koalisi terlalu jauh dan terlalu cepat.

Dalam pengumuman di depan majelis rendah parlemen Inggris, Menkeu Inggris juga mengatakan anggaran Kementerian Luar Negeri, FCO, akan dikurangi 24 persen.

Menurut Osborne, penghematan itu akan dicapai dengan pengurangan diplomat yang bertugas di London, dan pos-pos yang dia sebut fungsi back-office atau tenaga pendukung.

Osborne menambahkan pemerintah koalisi akan berkonsentrasi kepada bidang perdagangan, dan pemerintah akan memenuhi komitmennya kepada PBB mengenai bantuan internasional.