Kolera di Hati tewaskan 196 orang

Wabah di Haiti yang menewaskan 196 orang sudah dipastikan merupakan kolera sementara 2.600 lebih harus dirawat di rumah sakit karena penyakit itu.
"Saya bisa memastikan bahwa itu kolera," kata Presiden Haiti Rene Preval, seperti dikutip kantor berita Reuters.
"Sekarang kami berupaya menjamin agar orang menyadari langkag-langkah pencegahan yang harus mereka tempuh untuk menghindari kontaminasi."
Pihak berwenang kini berupaya untuk memastikan agar wabah itu tidak menyebar dari kawasan Artibonite and Dataran Tengah.
Mereka khawatir kalau jumlah korban akan meningkat pesat jika wabah itu memasuki tempat penampungan sementara pengungsi akiabt gempa besar Januari tahun ini.
Bencana itu menewaskan 250.000 orang dan meyebabkan 1,5 juta kehilangan tempat tingga di ibukota Port-au-Prince dan sekitarnya.
Air kotor
Diduga wabah kolera ini disebabkan oleh orang yang minum air kotor di sungai Artibonite.
Pejabat tinggi Departemen Kesehatan, Dr Gabriel Thimote, mengatakan daerah yang paling buruk dilanda kolera adalah Douin, Marchand Dessalines, dan Saint-Marc, yang terletak sekitar 100 km di sebelah utara Port-au-Prince.
Rumah sakit kewalahan untuk menampung pasien yang perlu mendapat perawatan.
Seorang dokter setempat -yang menyaksikan 28 pasien tewas- mengatakan bahwa rumah sakit berjuang keras untuk bisa menangani pasien.
"Kami berupaya untuk menangani semua namun kami kekurangan obat-obatan dan membutuhkan layanan kesehatan. Kami sudah memberikan semuanya namun kami perlu lebih banyak lagi," tutur Dr Jhonny Fequiere kepada BBC.
Usia pasien beragam namun yang paling banyak diserang adalah anak-anak dan kaum lanjut usia.





























