Wabah di Haiti tewaskan 135 orang

Haiti
Keterangan gambar, Korban menderita diare, demam, dan muntah-muntah.

Wabah yang diduga kolera telah menewaskan sedikitnya 135 orang di Haiti.

Seorang pejabat tinggi Departemen Kesehatan Haiti, Dr Gabriel Thimote, mengatakan dia sedang menunggu tes laboratorium untuk memastikan apakah memang penyebabnya kolera.

Korban dilaporkan menderita diare, demam tinggi, dan muntah-muntah. Lebih dari 1500 orang dirawat di rumah sakit.

Wabah ini menyerang kawasan Artibonite dan Dataran Tengah, yang terletak disebelah utara ibukota Port-au-Prince.

Dr Thimote mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa sejauh ini 15 sampel sudah diuji dan 13 diantaranya mengarah pada kolera.

Dia menambahkan daerah yang paling buruk diserang wabah ini adalah Douin, Marchand Dessalines, dan Saint-Marc, yang terletak sekitar 100 km dari Port-au-Prince.

Sementara Menteri Kesehatan Haiti, Alex Larsen, yakin bahwa penyebabnya adalah kolera.

Diare berat

Organisasi Kesehatan Pan Amerika, PAHO, sudah mengirim dua tim ke Artibonite, dekat Saint-Marc.

Sambil menunggu uji laboratorium, para pejabat PAHO dan kantor bantuan kemanusiaan PBB, menyebut wabah ini sebagai diare yang amat berat.

Mereka mengatakan keprihatinan atas meluasnya wabah dan jumlah korban yang tewas.

"Tidak ada yang bisa diverifikasi pada saat ini. Tidak ada angka, tidak ada data epidemiologis," kata Dr Michel Thieren dari PAHO.

Gejala yang diderita korban, tambahnya, bisa dikaitkan dengan sejumlah penyakit.

Bagaimanapun memang ada kekhawatiran atas wabah kolera setelah gempa bumi pada Januari 2010, yang menewaskan 250.000 orang dan 1,5 juta orang mengungsi karena rumahnya hancur,

Banyak warga yang masih tinggal di pemukiman sementara dengan kondisi kesehatan yang buruk dan akses terbatas terhadap air bersih walaupun WHO menyatakan sejauh ini belum ditemukan wabah kolera di tempat pengungsian.