Syiah Bahrain kuat di pemilu

TPS di Bahrian
Keterangan gambar, Pemilih mendatangi TPS di Bahrain

Kelompok oposisi Syiah terbesar di Bahrain merebut 18 dari 40 kursi di majelis rendah parlemen, kata komisi pemilihan umum.

Partai al-Wifaq berhasil mempertahankan semua kursinya dalam putaran pertama pemilihan hari Sabtu.

Komposisi pasti majelis rendah akan diputuskan dalam putaran ulang akhir pekan depan.

Pemilu ini berlangsung di tengah ketegangan yang semakin meningkat antara komunitas Muslim Sunni yang mendominasi kekuasaan dan mayoritas Muslim Syiah.

Pihak berwenang di kerajaan pulau itu membantah tuduhan al-Wafaq bahwa ratusan pendukungnya dicegah memberikan suara.

Menteri Kehakiman Syeikh Khalid bin Ali al-Khalifa mengatakan memang ada beberapa pelanggaran, namun secara keseluruhan berjalan adil.

Negara demokratis di dunia Arab

Syiah Bahrain
Keterangan gambar, Banyak keluhan warga Syiah dalam pemilu di Bahrain

Perkiraan jumlah warga yang memberikan suara "setidaknya 67%," katanya.

Para wartawan mengatakan dalam pemilihan ketiga sejak Bahrain menjadi monarkhi konstitusional di tahun 2002, pertarungan utamanya adalah antara kelompok radikal dan kalangan sekuler.

Wartawan BBC untuk Timur Tengah, Jon Leyne, mengatakan kerajaan Bahrain adalah salah satu negara yang lebih demokratis di dunia Arab.

Tetapi, demokrasi di sana terbatas, katanya menambahkan.

Wartawan BBC mengatakan para politisi yang duduk di majelis rendah hanya memegang kekuasaan terbatas.

Majelis tinggi yang semua anggotanya diangkat oleh raja, yaitu Dewan Syura, memiliki kekuasaan untuk membatalkan semua produk majelis rendah.