AS kritik Iran yang memberi uang tunai kepada Presiden Karzai

Presiden Hamid Karzai
Keterangan gambar, Presiden Karzai mengaku stafnya menerima uang dari Iran.

Amerika Serikat mengungkapkan keprihatinan atas pengaruh negatif Iran setelah Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, mengaku menerima uang tunai dari Teheran.

Karzai membantah melakukan kesalahan dengan mengatakan uang tunai itu merupakan bagian dari proses transparan untuk membantu pengelolaan kantor persien.

Hal itu disampaikan Karzai sebagai tanggapan atas sebuah laporan yang mengatakan Iran menyampaikan tas berisi uang kepada stafnya.

Dan Presiden Hamid Karzai mengaku bahwa Kepala Staf Kepresidenan, Umar Daudzai, yang menerima uang tunai.

"Pemerintah Iran sudah membantu kami dengan lima atau enam atau tujuh ratus ribu Euro satu atau dua kali dalam setahun, ini bantuan resmi," tuturnya.

Karzai mengatakan masalah ini sudah dibahas dengan mantan Presiden George W. Bush.

"Ini bukan yang tersembunyi. Kami senang dengan bantuan Iran dalam hal ini. Amerika Serikat melakukan hal yang sama, mereka memberi uang tunai untuk kantor-kantor kami," tambahnya.

Harapan AS

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Gedung Putih, Bill Burton, mendesak agar Iran memainkan peran yang lebih positif.

Kepada para wartawan Burton mengatakan rakyat Amerika dan komunitas global memiliki alasan untuk prihatin atas upaya Iran mencoba memberi pengaruh negatif kepada Afghanistan.

"Para pejabat Iran memiliki tanggung jawab sama seperti semua tetangga mereka untuk mencoba memiliki pengaruh positif kepada pemerintah di sana dan menjamin Afghanistan bukanlah negara tempat teroris bisa bersembunyi dengan aman atau tempat merencanakan serangan."

Dia menambahkan bahwa pemerintahan Barack Obama sudah melihat laporan tentang pembayaran Iran tersebut namun menolak memberikan rinciannya.

Laporan ini muncul di The New York Times, yang menulis bahwa sebuah tas besar berisi mata uang Euro disampaikan kepada Umar Daudzai pada akhir kunjungan resmi Presiden Karzai ke Iran.

Laporan itu juga menyebut seorang pejabat yang mengatakan aliran uang yang totalnya mencapai jutaan dollar digunakan untuk menjamin kesetiaan para politisi, pemimpin masyarakat suku, maupun para komandan Taliban.

Bukan hal baru

Kabul
Keterangan gambar, Diplomat mengatakan pemberian uang ke pemerintah hikan hal baru.

Kedutaan Besar Iran di Kabul dengan keras membantah laporan itu dengan menyebutnya "menggelikan dan menghina."

"Spekulasi yang tidak berdasar seperti itu disebarkan oleh media Barat untuk membuat bingung pendapat umum dan merusak hubungan antara pemerintah serta masyarakat Republik Islam Agfganistan dan Iran," tulis pernyataan tersebut.

Namun seorang diplomat yang pernah bertugas ke Afghanistan mengatakan praktek menerima uang tunai sebagai sumbangan bukan hal yang tidak biasa.

"Banyak pemerintah yang berharap bisa memiliki pengaruh membayar atau memberikan uang kepada kantor presiden untuk hal yang saya sebut dana lumpur salju," kata Francesc Vendrell, mantan utusan Uni Eropa untuk Afghanistan.

Dia menambahkan hal itu sudah terjadi sejak awal dan Amerika justru berada di barisan depan.

"Jadi saya tidak kaget kalau Iran melakukannya."

Penbayaran uang tersebut, tambahnya, merupakan pertanda kegagalan Barat untuk membentuk pemerintah yang benar di negara itu.