Seperempat kartu suara Afghanistan batal

Komisi pemilihan Afghnistan menyatakan 1,3 juta kartu suara yang dicontreng dalam pemilihan bulan lalu batal akibat kecurangan atau ketidakberesan.
Jumlah kartu suara yang dinyatakan tidak sah itu hampir setara dengan seperempat dari hampir 5,6 juta kartu suara yang dicoblos dalam pemilihan tanggal 18 September.
Jumlah warga pemilih yang menggunakan hak suara mereka sekitar 40% untuk memilih anggota majelis rendah parlemen Afghanistan.
Hasil akhir pemilihan baru akan diumumkan beberapa pekan lagi, sebab lebih dari 200 calon diselidiki atas dugaan kecurangan.
Sementara itu, Komisi Pengaduan pemilihan (IEC) yang disponsori oleh PBB menyelidiki lebih dari 4.000 laporan resmi.
Wartawan BBC Paul Wood di Kabul mengatakan masyarakat internasional mungkin tidak akan bergegas mengeluarkan kecaman meski ada masalah-masalah tersebut.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pemilihan di Afghanistan adalah dampak pemilihan itu sendiri terhadap stabilitas negara, katanya.
Intimidasi dilaporkan terjadi di banyak tempat sepanjang pemilihan. Pemberontak Taliban mengancam pemilih agar tidak memberikan suara.
Posisi Presiden Hamid Karzai juga tidak terancam oleh hasil pemilihan anggota parlemen, kata wartawan kami.





























