AS ingin Jepang-Cina damai

Amerika Serikat menyatakan penyelesaian konflik di perbatasan maritim bagian dari kepentingan nasionalnya.
Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dalam pertemuan KTT pemimpin Asia Timur di ibukota Vietnam, Hanoi mengatakan, "Amerika Serikat memiliki kepentingan nasional dalam kebebasan pelayaran dan keleluasaan melakukan perdagangan."
"Dan ketika pertikaian wilayah maritim muncul, kami berkeinginan menyelesaikan secara damai berdasarkan hukum internasional," katanya seperti dikutip kantor berita AP.
Clinton mengatakan AS berkeinginan menjadi tuan rumah pertemuan tiga negara, namun tidak jelas apakah keinginan itu bisa diwujudkan.
"Kita semua berkepentingan untuk menjaga Cina dan Jepang stabil dan menjalin hubungan yang damai," kata Clinton.
Temu Singkat
Cina dan Jepang hari Sabtu berusaha untuk meredakan ketegangan soal konflik perbatasan.
Perdana Menteri Jepang Naoto Kan mengatakan dia dapat berbicara singkat dengan Perdana Menteri Wen Jiabao sebelum pembukaan KTT.
Namun dia menambahkan, "pertemuan bilateral tidak dapat terwujud".
"Inilah masalah yang kami hadapi sekarang. Dibandingkan dengan berbagai insiden yang telah kami alami dalam sejarah hubungan kami, tidak akan dianggap sebagai masalah besar," katanya seraya menambahkan kedua negara akan tetap tenang dan bekerja sama mencari penyelesaian.
Kementerian Luar Negeri Cina hari Sabtu membenarkan adanya pertemuan singkat itu. Dikatakan, Wen dan Kan "bertukar salam", namun tidak ada rinciannya.
Kepulauan di Laut Cina Timur yang menjadi pusat pertikaian itu dikuasai oletah Jepang, namun juga diklaim oleh Cina. Jepang menyebutnya Senkaku sedangkan Cina Diaoyu.





























