Sarkozy 'sasaran' bom di Yunani

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy menjadi salah satu target sasaran dari empat paket bom yang ditemukan di Athena Yunani, Senin (1/11), seperti disampaikan kepolisian setempat.
Salah satu bom paket, yang akan dikirim ke kedutaan besar Meksiko di Athena, meledak di kantor jasa pengiriman milik swasta menyebabkan seorang karyawan terluka.
Dua paket lainnya dialamatkan ke kedutaan Belgia dan Belanda di ibukota Yunani.
Polisi menangkap dua orang berusia 22 dan 24 tahun yang diduga sebagai pelaku serangan bom.
Sebelumnya, beberapa kali serangan dilakukan di Yunani dengan sasaran pejabat pemerintah dan polisi.
Dari atribut yang digunakan diketahui para pelaku merupakan anggota kelompok kiri dan polisi mengatakan mereka tidak memiliki keterkaitan dengan Al Qaida.
Rambut palsu dan senjata
Paket pertama yang berisi detonator meledak ketika seorang pekerja wanita di perusahaan jasa pengiriman barang penasaran dengan isi paket itu dan melemparkannya ke lantai.
Paket lain yang ditujukan ke kedutaan besar Belanda ditemukan di kantor perusahaan jasa pengiriman lain.
Terkait dengan serangan itu, polisi menangkap dua orang di sebuah halte bus.
Dua orang itu menggunakan rambut palsu, rompi antipeluru dan membawa senjata.
Kemudian, dua paket lain ditemukan, yaitu paket bom untuk Presiden Prancis dan kedutaan besar Belgia.
Satu orang yang ditahan diduga merupakan anggota kelompok anarki, Conspiracy of Fire, yang diduga berada di belakang serangan bom dan pembakaran rumah.
Kelompok sayap kiri disebut sebagai pelaku pengiriman bom paket yang meledak Juni lalu yang menewaskan seorang ajudan menteri pemberantasan terorisme.





























