Badai Tomas mengancam Haiti

Pengungsi Haiti
Keterangan gambar, Pengungsi Haiti telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman

Hujan deras disertai badai terjadi di kam pengungsi korban gempa di ibukota Haiti Port-au-Prince.

Pemerintah Haiti telah meminta sekitar 1,3 juta orang yang tinggal di tenda-tenda untuk mencari tempat penampungan yang lebih aman, tetapi mereka mengaku tak punya alternatif lain.

Prakiraan cuaca menyebutkan badai Tropis Tomas akan melanda kawasan dan kemungkinan diikuti dengan banjir dan lumpur.

Para petugas kesehatan khawatir hujan lebat dan banjir akan meningkatkan penyebaran penyakit kolera, yang sejauh ini menewaskan 400 orang.

Melalui siaran radio, Presiden Haiti Rene Preval mendesak warga untuk meninggalkan tenda-tenda pengungsian.

"Selamatkan hidup Anda," kata dia. Selain itu, dia menyebutkan pemerintah tidak memiliki tempat yang cukup untuk menampung semua orang.

Sekolah ditutup

Pejabat senior di Kementerian Pendidikan Haiti Miloudy Vincent, mengatakans sekolah akan ditutup sementara dan akan digunakan sebagai tempat penampungan.

Pusat pengamatan badai (NHC) di Miami, memperkirakan Badai Tomas akan menerjang Haiti pada Jumat (5/11) pagi.

Pada Kamis sore, badai terjadi di Karibia yang berjarak sekitar 450 kilometer dari Port-au-Prince, dengan kecepatan 85km/jam.

NHC juga memperingatkan badai dengan kecapatan 119 km/ jam atau lebih akan menerjang Haiti, bagian tenggara Bahama, Pulau Caicos dan Guantanamo, Kuba.

Selain itu, Jamaika, dua provinsi di Kuba, Santiago de Cuba dan Holguin mendapatkan peringatan serupa.

Badai Tomas yang terjadi pada akhir pekan lalu di St Lucia, bagian timur Karibia menewaskan lima orang.