AS siap cabut Sudan dari negara pendukung terorisme

Amerika Serikat mengatakan Sudan akan dicabut dari daftar negara yang mendukung terorisme jika referendum bulan Januari tentang kemerdekaan Sudan selatan dilaksanakan secara transparan dan tepat waktu.
Tawaran yang disampaikan oleh Senator John Kerry merupakan bagian dari sebuah usulan untuk menyelesaikan sengketa sehubungan dengan rencana referendum.
Senator Kerry, yang merupakan Ketua Komite Luar Negeri urusan Luar Negeri Senat, menyampaikan tawaran itu dalam kunjungannya ke Khartoum, ibukota pemerintahan Sudan, akhir pekan.
"Kami akan mempertimbangkan operasi bayaran untuk kompensasi," katanya seperti dikutip kantor berita Reuters.
Para politisi Sudan selatan mendesak agar referendum itu harus dilaksanakan.
Referendum juga akan digelar di kawasan yang kayak minyak Abyei untuk bergabung dengan Sudan selatan atau utara.
Mendukung terorisme
Kedua referendum ini merupakan hasil dari Kesepakan Damai Menyeluruh, CPA, yang mengakhiri perang saudara selama 21 tahun antara wilayah utara dan selatan, yang diperkirakan sudah menewaskan sedikitnya dua juta orang.
Sudan masuk dalam daftar negara yang mensponsori terorisme pada tahun 1993 setelah dituduh menjadi tempat berlindung para miltan Islam.
Pada masa itu Osama bin Laden dan jaringan al-Qaeda termasuk yang berbasis di Sudan.
Empta tahun kemudian, Amerika Serikat memberlakukan sanksi ekonomi, perdagangan, dan keuangan atas Sudan dengan alasan negara itu dinilai meneruskan dukungan terhadap terorisme.
Pada tahun 2007, diberlakukan sanksi yang terpisah sehubungan dengan konflik di kawasan barat Sudan.
Para wartawan mengatakan dampak ekonomi dari sanksi itu menjadi keprihatinan Presiden Omar al-Bashir dan Partai Kongres Nasional pimpinannya.





























