Gaddafi bebaskan 19 wartawan

Serombongan wartawan yang ditahan di Libia, telah dibebaskan atas perintah pemimpin Libia, Kolonel Muammar Gaddafi, kata laporan media negara itu.
Pihak yang berwenang menahan 19 wartawan dan seorang eksekutif senior media yang dilaporkan sebagai bagian dari perebutan kekuasaan di jajaran elit yang berkuasa.
Para wartawan itu bekerja untuk kantor berita Libia yang berafiliasi dengan satu perusahaan yang dididirkan oleh salah seorang putra Gaddafi.
Saif al-Islam Gaddafi dilihat sebagai seorang reformis dan pengkritik kebijakan konservatif.
Dalam penyebutan pertama kali mengenai penahanan itu, kantor berita resmi Libia, Jana, mengatakan Kolonel Gaddafi campur tangan atas nama para wartawan itu.
"Kantor berita Libia mendapat kabar malam tadi bahwa Pemimpin Revolusi telah menerbitkan perintah untuk membebaskan para wartawan Libya Press dan memerintahkan penyelidikan terhadap masalah ini," katanya.
Para wartawan yang berasal dari berbagai kebangsaan termasuk Libia, Mesir dan Tunisia itu, diatahan oleh pasukan keamanan di ibu kota Libia, Tripoli, dalam beberapa hari terakhir.

Juga ditahan adalah wakil kepala al-Ghad, perusahaan media yang didirikan oleh Saif al-Islam, yang memiliki Libya Press dan beberapa media lainnya.
Tidak disebutkan alasan penahanan itu.
Para wartawan mengatakan penahanan tersebut bisa jadi menujukkan perebutan kekuasaan internal yang lebih luas antara kalangan reformis dan konservatif.
Menurut para wartawan, Saif al-Islam Gaddafi, putra kedua dari tujuh putra pemimpin Libia itu, sangat populer di kalangan orang Libia yang menginginkan reformasi.
Dia dianggap oleh sebagian kalangan sebagai calon kuat pengganti ayahnya.





























