PBB minta unjuk rasa di Haiti dihentikan

PBB meminta dihentikannya unjuk rasa yang diwarnai kekerasan di kota terbesar kedua Haiti yang menghambat penanganan atas wabah kolera.
Unjuk rasa yang memasuki hari kedua di Cap -sebuah kota pelabuhan di Haiti utara- dilakukan oleh warga yang menuduh pasukan PBB membawa wabah kolera ke negara itu.
Pemerintah Haiti sudah mengirim para perwira tinggi ke kawasan tersebut untuk menghentikan unjuk rasa.
Laporan-laporan menyebutkan warga yang marah menjarah dan membakar gudang milik Badan Pangan Dunia (WFP).
Beberapa lembaga bantuan sosial lain sudah menghentikan kegiatannya di tempat itu, seperti dilaporkan oleh wartawan BBC, Barbara Plett.
Para pengunjuk rasa juga mendirikan barikade jalan dan melempari batu maupun botol ke kendaraan milik PBB.
Akibat unjuk rasa itu, PBB mengatakan harus menghentikan penerbangan yang membawa sabun, pasokan obat, dan personil ke wilayah Haiti utara untuk membantu para korban diare.
Haiti utara memiliki jumlah korban jiwa yang tertinggi akibat wabah kolera yang sejauh ini sudah menewaskan sedikitnya 1.000 jiwa di seluruh Haiti.
Pihak berwenang Haiti mengatakan wabah kolera masih menyebar dengan cepat.
Menyebar ke Dominika
Sementara itu negara tetangga Republik Dominika sudah mendeteksi kasus kolera yang pertama di wilayahnya.
Pasien yang menderita diare itu adalah seorang imigran asal Haiti yang baru kembali dari kampung halamannya.
Menteri Kesehatan Republik Dominika, Bautista Rojase, mengatakan pasien yang berusia 32 tahun itu adalah seorang pekerja bangunan.
Dia kini sudah mendapat perawatan secara terisolasi di kota Higuey.
Akibat temuan ini, perbatasan dengan Haiti diperketat dengan diberlakukannya pemeriksaan kesehatan guna menghentikan penyebaran wabah kolera.
Sama seperti Haiti, Republik Dominika tidak pernah menemukan kasus kolera selama satu abad lebih hingga muncul kembali bulan lalu di Haiti dan kini di Dominika.





























