Program nuklir Iran dibahas

bushehr
Keterangan gambar, Reaktor nuklir Iran buatan Rusia di Bushehr

Iran dan negara-negara penting dunia telah memulai pertemuan di Jenewa, Swiss untuk membicarakan program nuklir Iran.

Ini merupakan pertemuan pertama dalam waktu satu tahun lebih, walau para pengamat mengatakan tidak akan ada terobosan dalam pertemuan ini.

Pada hari Minggu Iran menyatakan berhasil memproduksi bahan mentah uraniumnya yang pertama dan akan menghadiri pertemuan dengan ''kekuatan''.

Barat khawatir Iran sedang mencoba untuk memproduksi senjata nuklir, tetapi Teheran mengatakan program nuklir mereka sepenuhnya untuk tujuan damai.

Di stasiun televisi negara, Kepala Badan Nuklir Iran Ali Akbar Salehi mengatakan pertemuan di Jenewa ini untuk kepentingan negara lain tetapi bukan Iran.

''Kami ingin menciptakan solusi yang anggun bagi mereka yang menekan kami dalam kebuntuan politik ini,'' katanya.

Pesimis

Perunding nuklir Iran Saeed Jalili bertemu dengan Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton dan pejabat senior lain dari lima anggota tetap dewan keamanan PBB --Amerika, Rusia, Cina, Prancis dan Inggris -- ditambah Jerman.

Pertemuan di Swiss itu direncanakan berlangsung selama dua hari. Para pengamat mengatakan harapan terbaik dari pertemuan itu hanyalah penjadwalan pertemuan lagi bagi kedua belah pihak.

Beberapa diplomat Barat yang terlibat sangat pesimis dengan pertemuan ini. Salah satu di antara mereka dikutip mengatakan ''jangan terlalu banyak berharap.'' Sementara yang lain mengatakan ''akan sangat membosankan.''

Pertemuan terakhir terjadi Oktober 2009 sepertinya berhasil membuat terobosan karena Iran setuju untuk mengekspor uranium berkadar rendah untuk diproses di luar negeri. Namun Iran kemudian mengajukan persyaratan baru dan kesepakatan itupun bubar.

Dewan Keamanan PBB mengatakan sebelum Iran bisa meyakinkan tujuan damai nuklirnya, maka Iran harus menghentikan pengayaan uranium maupun aktivitas nuklir lainnya.

Iran saat ini mendapat empat sanksi PBB karena berulangkali mengabaikan ulitimatum Dewan Keamanan untuk tidak melakukan pengayaan uranium.

Sanksi terbaru PBB dijatuhkan tanggal 9 Juni lalu termasuk larangan berbisnis dengan dunia perbankan Iran maupun perusahaan-perusahaan asuransi, dan mencegah penanaman modal di sektor minyak dan gas Iran.

Iran mengatakan sebagai penandatangan perjanjian non proliferasi nuklir, mereka berhak memperkaya uranium untuk pembangkit nulir.