Uni Eropa denda perusahaan Taiwan dan Korsel

LCD Komputer
Keterangan gambar, Layar LCD Komputer di eropa banyak yang berasal dari Asia

Beberapa perusahaan elektronik Korea Selatan dan Taiwan dijatuhi sanksi oleh Uni Eropa (UE) karena berkolusi menentukanharga produk layar TV dan komputer.

Sanksi tersebut untuk satu perusahaan asal Korsel dan empat terhadap perusahaan Taiwan, masing-masing sebesar kurang lebih US$859 juta.

Lembaga pengawas persaingan dagang Eropa mengatakan perusahaan dari dua negara tersebut terbukti melakukan kolusi dalam menentukan harga LCD untuk TV dan Komputer dari tahun 2001 hingga 2006.

Tindakan tersebut menurut UE memberikan dampak langsung terhadap konsumen di Eropa, apalagi sebagain produk LCD untuk TV dan komputer di Eropa sebagian besar berasal dari Asia.

Satu perusahaan lagi asal Korsel, Samsung, juga dituding terlibat dalam kolusi ini namun lolos dari hukuman karena mengungkap informasi aksi kartel tersebut.

Persaingan sehat

Beberapa perusahaan yang tersangkut kasus ini seperti LG telah mengakui melakukan kesalahan.

Meski demikian LG dan perusahaan asal Taiwan seperti Chimei InnoLux Corporation, Chunghwa Picture Tubes, dan HannStar Display Corporation berniat melakukan banding terhadap nilai denda yang dijatuhkan kepada mereka.

"Perusahaan asing dan juga perusahaan Eropa perlu memahami jika mereka ingin melakukan bisnis di Eropa maka mereka harus berkompetisi secara sehat," kata Komisioner Persaingan Usaha Eropa Joaquin Almunia.

UE dalam penyelidikannya menemukan bukti bahwa perusahaan-perusahaan itu melakukan pertemuan bulanan di sebuah hotel di Taiwan untuk membicarakan kesepakatan mengenai penentuan harga minimum dan rentang harga yang ditawarkan.

Regulator yang menangani kasus persaingan dagang mulai melakukan investigasi tentang adanya praktek kartel dalam perdagangan barang elektronik jenis ini sejak tahun 2006 di Amerika, Asia, dan juga Eropa.

Sebelaumnya pada 2008, LG, Chungwa, dan perusahaan asal Jepang, Sharp dinyatakan bersalah dan dijatuhi denda oleh otoritas di Amerika Serikat pada 2008.