Pembebasan Assange tertunda menunggu banding

Pendiri situs pembocor dokumen rahasia Wikileaks, Julian Assange, dibebaskan dengan jaminan oleh hakim di pengadilan London.
Namun dia masih akan berada di dalam tahanan karena jaksa Swedia akan mengajukan banding terhadap putusan itu.
Pengacaranya Mark Stephens mengatakan kasus ini menjadi "pertunjukkan pengadilan"
Stephens mengatakan pengadilan akan mendengarkan gugatan terhadap putusan bebas dengan jaminan itu sampai 48 jam mendatang.
Di luar pengadilan dia mengatakan, "Swedia tidak mau mengikuti keputusan pengadilan. Mereka ingin Assange mendapatkan lebih banyak masalah, lebih mahal jaminannya dan lebih banyak rintangan lainnya."
"Mereka jelas tidak mau menerima jaminan apapun selain mempertahankan agar Assange dipenjara," katanya.
Lawan ekstradisi
Assange hadir di pengadilan London untuk kali kedua hari Selasa (14/12) untuk melawan upaya ekstradisi ke Swedia dan mengajukan permohonan baru untuk mendapatkan status bebas dengan jaminan.
Permohonan status bebas dengan jaminan itu dikabulkan dengan beberapa syarat, termasuk jaminan uang 200.000 pound sterling (sekitar Rp 2,8 miliar).
Assange, 39 tahun, ditahan oleh aparat kepolisian Inggris pekan lalu ketika menyerahkan diri kepada polisi.
Aparat kepolisian Inggris menerima surat perintah penahanan internasional atas nama Julian Assange yang dikeluarkan oleh Swedia.
Surat tersebut diterbitkan berkaitan dengan tuduhan bahwa pendiri Wikileaks melakukan perkosaan.
Namun, Pria kelahiran Australia itu menyatakan tuduhan perkosaan yang dialamatkan ke dirinya bermotif politik dan bertujuan untuk mendiskredisikan reputasi Wikileaks.
Permohonan untuk mendapat pembebasan dengan jaminan ditolak pekan lalu, meski beberapa tokoh ternama telah mengajukan diri sebagai penjamin untuknya.
Upaya AS

Assange dan Wikileaks membuat berang aparat pemerintah Amerika dengan merilis ribuan isi kawat diplomatik yang dikirim dari kedutaan besar negara adi daya itu dari seluruh dunia.
Amerika Serikat masih menyelidiki cara untuk bisa menuntut Assange atas pembocoran dokumen.
Menjelang hadir di pengadilan hari Selasa, Assange menyatakan tekadnya untuk tetap merilis berkas-berkas rahasia yang telah diperoleh Wikileaks.
Assange, mengatakan dalam satu pernyataan yang dibacakan ibunya di TV Australia bahwa "pengejaran terhadap dirinya tidak akan melemahkan semangat".





























