Italia rusuh setelah Berlusconi menang

Pihak berwenang Italia mengatakan sedikitnya 50 polisi mengalami luka-luka dalam demonstrasi yang diwarnai kekerasan di Roma.
Sedikitnya 40 demonstran mengalami luka-luka. Unjuk rasa terjadi setelah Perdana Menteri Silvio Berlusconi menang tipis dalam mosi percaya di parlemen.
Bentrokan terjadi menyusul unjuk rasa yang sebelumnya berjalan damai yang diikuti oleh sekitar 100.000 orang. Demonstran membakar mobil, melemparkan batu dan membalikkan tong sampah yang ada di pinggir jalan.
Berlusconi memenangkan pemungutan suara di majelis rendah dengan selisih tiga suara dalam pemungutan suara yang berjalan tegang dan di tengah-tengah aksi protes besar di ibukota.
Skandal pribadi
Pengunjuk rasa di Roma dan beberapa kota besar lainnya di Italia turun menggelar aksi ini untuk menuntut perubahan pemerintah.
Berlusconi juga memenangkan pemungutan suara sebelumnya di Senat. Dia mendesak para anggota parlemen agar tidak mengguncang stabilitas negara dengan menggulingkannya.
Para pengecamnya berpendapat dia sudah terlalu tercela oleh skandal pribadi dan tuduhan korupsi untuk tetap memegang jabatannya.
Mantan hakim anti korupsi Antonio Di Pietro, yang kini memimpin Partai Nilai-nilai mengatakan kepada Berlusconi bahwa dia sudah tamat.
"Apapun hasil pemungutan suara ini, satu hal sudah jelas. Anda tidak mempunyai dukungan mayoritas yang memungkinkan Anda memerintah," kata Antonio Di Pietro yang sekarang beroposisi ini.
Berlusconi, 74 tahun, yang sudah separuh menjalani lima tahun masa jabatannya, dirongrong oleh berbagai skandal yang kebanyakan menyangkut hubungannya dengan wanita.
Ia juga kehilangan dukungan dari sekutu politik terdekatnya, Gianfranco Fini, dan puluhan pendukungnya sehingga tidak lagi secara otomatis mendapat suara mayoritas di majelis rendah.
Namun dalam pemungutan suara akhir, dua anggota parlemen dari partai oposisi menyeberang dan ia menang dengan suara 314 dibanding 311.





























