Fidel Castro 'nyaris' meninggal dunia

Pemimpin Kuba Fidel Castro nyaris meninggal dunia pada Juli 2006.
Demikian bocoran dokumen diplomatik Amerika Serikat yang diterbitkan Wikileaks dan dimuat koran Spanyol El Pais.
Menurut El Pais, dokumen tersebut memerinci upaya intensif para diplomat AS mencari tahu sebab-sebab sakitnya Castro dan kemungkinan kesembuhannya.
Dari dokumen itu terungkap, sumber-sumber yang tidak disebut identitasnya kepada para diplomat AS di Havana mengatakan Castro hampir meninggal dunia akibat pendarahan usus.
Insiden ini terjadi ketika Castro sedang dalam perjalanan udara di Kuba.
'Tak mungkin sembuh'
Karena perjalanan tersebut pendek, Castro tidak ditemani oleh tim dokter.
Pilot kemudian langsung mendaratkan pesawat begitu mengetahui Castro mengalami pendarahan.
Menurut dokumen ini, penyakit Castro tidak mungkin disembuhkan dan karena itu ia tidak mungkin terus menjadi presiden.
"Dia (Castro) tidak akan meninggal dunia dalam waktu dekat namun kondisinya akan terus memburuk hingga dia meninggal dunia," demikian bunyi salah satu laporan yang berasal dari diplomat AS di Havana.
Nama-nama sumber kawat diplomatik ini telah diubah oleh Wikileaks, namun jelas bahwa beberapa di antaranya mengetahui orang-orang yang dekat dengan Fidel Castro atau memiliki akses terhadap catatan medis pemimpin Kuba tersebut.
Informasi dalam pesan diplomatik tersebut tidak bisa diverifikasi secara independen.
Di Kuba, kesehatan Castro, yang saat ini berusia 84 tahun, dikategorikan sebagai rahasia negara.





























