Peringatan untuk dua Korea

Tentara Korea Selatan
Keterangan gambar, Tentara Korea Selatan terus bersiap menghadapi ancaman Korea Utara

Utusan khusus tidak resmi Amerika Serikat yang berkunjung ke Korea Utara memperingatkan bahwa situasi di semenanjung Korea sudah sangat memanas dan mudah terbakar.

Utusan khusus itu, Bill Richardson, mengeluarkan pernyataan tersebut setelah melakukan pembicaraan resmi dengan pejabat Korea Utara di Pyongyang.

Dalam pembiacaraan tersebut dia juga meminta Korut untuk dapat menahan diri dan memaksa agar negara itu membiarkan Korsel melakukan latihan perang di kepulauan yang menjadi sasaran serangan Korut bulan lalu.

Korut sebelumnya telah mengancam akan melakukan serangan jika latihan itu terus dilanjutkan.

Bill Richardson yang juga menjabat sebagai Gubernur New Mexico, mengunjungi Pyongyang dalam kapasitasnya sebagai pribadi, namun sebelumnya dia pernah bertindak sebagai penghubung antara Korut dengan AS yang hingga saat ini tidak mempunyai hubungan diplomatik.

Dia mengatakan kepada CNN bahwa dia telah membuat "sedikit kemajuan" dalam pembicaraanya dengan sejumlah pejabat di Pyongyang.

"Saya mendesak agar mereka berusaha keras untuk dapat menahan diri...membiarkan semuanya berjalan dengan tenang. Tidak ada respon. Membiarkan latihan militer korsel berjalan seperti yang sudah direncanakan," katanya.

"Perasaan saya mengatakan Korea Utara sedang mencari cara untuk terus menekan dan mengusahakan hal tersebut . Mungkin hal itu akan terus berlanjut hingga sekarang, itu harapan saya," katanya.

Dia menyarankan agar kedua pihak mempertimbangkan untuk melakukan pertemuan guna menghindari terjadinya konflik.

'Perhatian' Cina

"Saat ini kondisinya sangat mudah terbakar dan bisa menjadi konflik terbuka. Apa yang kita butuhkan saat ini adalah menekan supaya hal itu tidak terjadi, tapi lihat juga apa yang bisa dilakukan oleh Korea Utara, khususnya dengan mengundang badan atom internasional, IAEA, untuk datang ke negara itu dan melihat gudang persenjataan nuklir mereka."

Selain Amerika, Cina juga menaruh perhatian terhadap ketegangan yang terjadi di semenanjung Korea.

Negara itu menagatakan pertikaian diantara kedua negara tersebut dapat menggoncang stabilitas kawasan tersebut.

Cina memaksa agar kedua negara bisa menahan diri dan tidak melakukan aksi yang dapat meningkatkan tensi hubungan diantara kedua negara.

Namun dalam pernyataan Menteri Luar Negeri Cina, Jiang Yu negara itu tidak langsung mengkritik langkah Korsel yang berniat melakukan latihan perang, dia juga tidak mengkritik langkah Korut yang mengeluarkan ancaman serangan.

"Situasi di semenanjung Korea saat ini cukup rumit dan sensitif, dan Cina sangat menaruh perhatian terhadap kondisi tersebut," kata Jiang.

"Resolusi yang ditawarkan Cina adalah menolak tanpa ragu adanya aksi yang dapat mengakibatkan kemunduran dan eskalasi di kawasan itu dan bisa merusak kedamaian dan stabilitas kawasan regional."