Kubu Outtara khawatirkan ancaman genosida

Duta Besar Pantai Gading untuk PBB yang baru, Youssoufou Bamba, menyatakan kekhawatir atas ancaman terjadinya pembunuhan massal berlatar etnis di Pantai Gading dan menyerukan agar dunia internasional dan PBB membantu presiden terpilih Alassane Outtara mengambil alih tampuk pemerintahan.
Kisruh politik berlanjut dengan bentrokan senjata dan terbunuhnya lebih dari 170 orang dalam kekerasan pasca pemilu bulan lalu, kata Dubes Bamba di New York.
Aksi kekerasan dikhawatirkan meluas menjadi genosida setelah muncul kejadian dimana rumah-rumah di ibukota Pantai Gading, Abidjan, ditandai sesuai dengan etnis pemiliknya.
Alassane Outtara diakui kalangan internasional sebagai presiden terpilih hasil pemilu namun presiden yang sebelumnya menjabat, Laurent Gbagbo, menolak menyerahkan kekuasaan kepadanya.
Situasi juga memanas setelah muncul tudingan dari kepala operasi penjaga perdamaian PBB di Pantai Gading, Alain Leroy, yang menyebut televisi milik pemerintah menyulut sentimen kebencian terhadap pasukan PBB.
Sebelumnya delegasi tiga kepala negara Afrika Barat juga sudah mengunjungi negara itu untuk mengatasi krisis dan dijadwalkan kembali kesana pekan depan.
Organisasi Negara Afrika Barat, ECOWAS, telah menyatakan siap menggunakan kekuatan bersenjata untuk menurunkan Laurent Gbagbo jika dibutuhkan.

























