Flu burung kembali ditemukan di Korsel

Serangan penyakit flu burung kembali terjadi di Korea Selatan, kasus ini merupakan yang pertama sejak 2008 lalu.
Menteri Pertanian Korsel memastikan dua peternakan di bagian tengah dan barat daya negara itu terkontaminasi virus H5N1.
Lebih dari 100.000 ayam dan 10.000 bebek telah disingkirkan.
Awal bulan ini, pejabat di Seoul memastikan tiga kasus flu burung ditemukan di lokasi migrasi burung liar yang datang pada saat musim dingin.
Pejabat setempat mengeluarkan peringatan kepada para peternak untuk melakukan mencegah burung liar masuk ke kawanan ternak mereka, termasuk membuat sarang.
Wabah pertama diketahui terjadi pada Rabu (29/12) ketika burung-burung itu sekarat.
Salah satu peternakan yang terkena dampak flu burung itu berada di tengah kota Cheonan dan peternakan lainnya di wilayah barat daya Iksan, yang berjarak sekitar 230 km dari Seoul.
Orang-orang dan kendaraan dari kedua tempat itu dilarang melakukan perjalanan.
Kasus flu burung yang kembali terjadi di Korsel itu akan berdampak pada ekspor ayam, bebek dan produk turunannya.
"Seluruh ternak yang berjumlah 10.700 di Cheonan dan 17.000 unggas di peternakan di Iksan telah disingkirkan dan dikubur, dengan 92.000 ayam di lokasi sekitarnya," seperti disampaikan menteri pertanian dalam pernyataan persnya.
Korsel merupakan negara dengan kasus flu burung terbanyak kedua di Asia setelah Thailand pada 2003 lalu, dan baru dapat menghentikan wabah flu burung 2008 lalu.
Jutaan unggas dimusnahkan menyusul serangan flu burung, Lebih dari delapan juta unggas pada 2008, 2,8 juta pada periode 2006-2007 dan sekitar 5,2 juta pada tahun 2003-2004.
Sedangkan jumlah kematian akibat flu burung pada manusia tercatat empat orang pada tahun 2003.





























