Umat Koptik tuntut perlindungan

Umat Kristen Koptik tuntut perlindungan dari pemerintah Mesir.
Keterangan gambar, Umat Kristen Koptik tuntut perlindungan dari pemerintah Mesir.

Umat Kristen Koptik Mesir yang masih marah dengan aksi ledakan bom di sebuah gereja Koptik di Alexandria, Sabtu (1/1) kembali bentrok dengan polisi anti huru hara.

Ledakan bom mobil itu menewaskan 21 orang umat Kristen Koptik Mesir.

Ratusan pengunjuk rasa di Alexandria dan Kairo menuntut pemerintah melindungi komunitas mereka.

Di ibukota Kairo, mereka turun ke jalan sambil mendesak para pejabat pemerintah untuk menyampaikan bela sungkawa kepada kepala Gereja Koptik Mesir.

Sejauh ini, pemerintah Mesir menduga ada keterlibatan asing dalam insiden berdarah di Alexandria itu.

Kritik Vatikan

Sementara itu, ulama ternama Mesir Sheikh Ahmed al-Tayeb menuding Paus Benedictus XVI mencampuri urusan dalam negeri Mesir.

Paus Benedictus XVI dituding campuri urusan dalam negeri Mesir.
Keterangan gambar, Paus Benedictus XVI dituding campuri urusan dalam negeri Mesir.

Ulama besar Al Azhar itu mengkritik pernyataan tahun baru Paus yang meminta para pemimpin dunia melindungi umat Kristen di Timur Tengah. Vatikan langsung membantah tudingan tersebut.

Ledakan bom mobil terjadi di sebuah gereja Kristen Koptik di Alexandria tak lama setelah misa menyambut tahun baru usai.

Setelah ledakan ini diberitakan ratusan warga Kristen setempat bentrok dengan polisi dan penganut Muslim di kota itu.

Ketegangan antar agama merebak kembali di Mesir sejak tahun lalu.

Menurut sejumlah pengamat hal ini terjadi akibat bangkitnya kembali politik Islam serta kegagalan pemerintah pusat mengatasi keluhan umat Kristen Koptik yang merasa didiskriminasi.