Polisi Mesir bentrok dengan Kristen Koptik

Polisi di Mesir bentrok dengan ratusan warga kelompok Kristen Koptik atas rencana pembangunan gereja baru.
Seorang demonstran tewas dan puluhan lainnya terluka dalam bentrokan itu. Polisi melepaskan tembakan gas air mata, sedangkan massa warga Kristen Koptik melempar batu dan bom molotov.
Pihak Kristen Koptik mengatakan mereka telah mendapat izin untuk membangun gereja di daerah Giza, Kairo, tetapi para pejabat mengatakan mereka tidak memiliki ijin resmi.
Unjuk rasa seperti ini jarang dilakukan kelompok Kristen Mesir yang mencakup sekitar 10% dari total 85 juta penduduk negara itu.
Departemen dalam negeri mengatakan lebih dari 100 orang ditahan dalam insiden ini .
Polisi mengepung gereja itu untuk mencegah pembangunan gereja dan pengamanan diperketat di kawasan luar kota Giza.
"Orang merasa diperlukan secara diskriminatif. Kami tidak dapat membangun gereja, mengapa mereka mencegah kami," kata Samid Rashid.
"Setiap jalan ada masjid, setiap gereja ada masjid di sampingnya," katanya kepada kantor berita AFP.
Sejumlah laporan menyebutkan pihak Koptik ingin mengubah tempat pertemuan Kristen menjadi gereja tanpa izin resmi. Tetapi pihak Koptik menyanggahnya.
"Saat kami melihat ada indikasi, bangunan itu dijadikan gereja, kami memberitahu pihak gereja untuk menghentikan pembangunan karena membangun gereja perlu izin berbeda," kata gubernur Giza Abedl-Aziz seperti dikutip kantor berita Reuters.





























